Coretan Penaku

  • Politik / Pendidikan /
    19 Aug 2017

    Mengajar Dengan Hati

    Pro kontra sekolah 5 hari 8 jam yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi sebuah kajian mendalam dalam sistem pendidikan nasional ditengah semakin majunya teknologi dan globalisasi. Tujuan program tersebut untuk membentuk karakter siswa-siswi sekolah dengan menyamakan hari libur sekolah sesuai hari libur kerja orangtua sehingga ada 2 hari bersama keluarga. Disisi lain yang kontra ide program tersebut juga beralasan sama, takut anak-anak sekolah tersebut tidak bisa ikut madin pada sore hari karena kecapean, dimana madin tersebut juga diklaim bentuk lembaga pendidikdn untuk membentuk karakter santrinya. Polemik pro kontra tersebut menjadi rancu ketika yang kontra menggelar demo menolak dengan ada beberapa siswa yang teriak kata-kata yang tak etis secara tidak langsung menggambarkan pendidik
  • Opini /
    16 Aug 2017

    Bijak Menikmati Kemerdekaan

    72 tahun Indonesia telah merdeka, selama selang 72 tahun tersebut para pejuang kemerdekaan mulai terkikis oleh jaman, satu demi satu gugur dan tidur panjang dengan damai ditanah negeri yang mereka perjuangkan. Namun masih juga kita jumpai para veteran perang yang usianya sudah senja masih dikasih umur panjang untuk menikmati kemerdekaan yang mereka raih. Sederhana apa adanya bahkan hingga ada kehidupan ekonominya yang kekurangan, namun mereka tetap tabah dan berusaha tetap tersenyum. Ketabahan dan kesederhanaan inilah yang patut kita teladani dari para pejuang tersebut untuk dijadikan pedoman dalam menikmati dan mengisi kemerdekaan yang mereka  perjuangkan dengan taruhan harta dan nyawa. Tak pernah terdengar mereka demo minta kenaikan uang santunan yang diberikan pemerintah walau tak
  • Budaya /
    1 Aug 2017

    Ketika Anak Negeri Tak Dianggap

    Masih tergiang ditelinga kita beberapa seni budaya Nusantara diklaim oelh negara asing sebagai seni budaya milik negerinya. Salah satu penyebab diklaimnya seni budaya tersebut karena kita sebagai anak bangsa sudah mulai luntur untuk mencintai dan melestarikannya sendiri. Saat tengah perlunya kembali mencintai seni budaya nusantara yang terbalut dalam keanekaragaman dan kebhinneka tunggal ika-an negara kesatuan republik Indonesia yang mencerminkan beragam aneka macam seni budaya yang patut diacungi jempol , terdengar sebuah berita yang memprihatinkan, justeru kalangan elite pemerintahan saat ini cenderung lebih mempopulerkan budaya asing darip...
  • Opini / Sosial /
    24 Jul 2017

    Kapan Aku Bahagia ?

    Setiap tanggal 23 juli diperingati sebagai hari anak nasional untuk mengingatkan kembali  bahwa ada anak-anak dinegeri ini yang kelak merupakan pewaris negeri ini. Peringatan tersebut bukan hanya sekedar hura-hura dengan menghabiskan banyak biaya untuk memggembirakan anak-anak dihari itu saja. Moment peringatan hari anak nasional ini justeru untuk membuka mata hati kita semua anak bangsa bagaimana agar mereka bahagia dinegeri tercinta yang telah merdeka ini, sehingga mereka turut menikmati kemerdekaan. Sebab masih banyak anak-anak dinegeri ini yang belum bebas merdeka apalagi senyum bahagia. Tak jarang kita dengar berita anak-anak jadi ...
  • Sosial / Budaya /
    7 Jul 2017

    Belajar dari "Ndeso"

    “Ndeso “ satu kata yang saat ini lagi populer karena diucapkan oleh seorang anak presiden, Katrok, Ndeso tanpa kita sadari juga pernah kita dengar dalam acara yang dibintangnya Tukul Arwana disebuah televisi swasta. Ndeso yang mempunyai arti ketinggalan jaman, katrok, udik , kampungan yang identik dengan penduduk desa. Penduduk desa yang kurang maju kebudayaannya, kurang maju pendidikannya serta teknologinya. Ndeso juga diartikan ketinggalan jaman, karena mereka masih memegang teguh adat istiadat dan budaya dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak sadar pula orang ndeso masih murni tidak terpengaruh dari budaya asing yang masuk akibat semakin majunya teknologi informasi. Apakah satu kata “Ndeso” merupakan bentuk ujaran kebencian atau sekedar guyonan, hal tersebut
  • Ramadhan / Sosial /
    6 Jun 2017

    Sedekah Recehan

    Pagi-pagi aku iseng-iseng buka dompetku, Oiiit alhamdulillah masih ada uangnya cukup untuk kebutuhan hari ini dan masih tersisa beberapa untuk diberikan pada orang yang membutuhkan. Isi dompetku kebetulan rutin recehan semua dari puluhan ribu hingga lima ratusan rupiah, maklum hasil mengais rejeki dapatnya seperti itu sebab Aku bukan seorang konglomerat yang biasa keluarkan uang melalui ATM dengan sekali gesek uang lembaran ratusan ribu keluar dengan sendirinya. Karena isi dompetku uang recehan semua jangan salahkan kalau aku bersedekah dengan uang recehan pula. Aku tidak perlu repot dan antri untuk menukarkan uangku kejasa penuaran uang rece...
  • Opini / Coretan Opini /
    2 Jun 2017

    Ketika Agama Jadi Korban

    Agama ada tercipta ataupun diciptakan tujuan utama adalah untuk membuat kedamaian dan kesejahteraan pada suatu kelompok masyarakat baik itu dari tingkat paling kecil keluarga hingga sebuah negara. Dengan agama rujukan hidup bermasyarakat hingga hukum tertinggi diatas hukum-hukum yang ada disebuah kelompok. Tuntunan dan hukum agama tersebut merupakan ending terakhir bagi umat manusia dalam mempertanggungjawabkan segala perbuatannya didunia. Kalau kita jernih dan melihat sejarah kebelakang para tokoh, manusia atau dikenal dengan Rasul pembawa risalah agama adalah orang-orang pilihan yang mempunyai sifat dan perilaku yang baik dan kecenderungan dari orang-orang yang sederhana dalam kehidupan ekonominya. Sebagai contoh pembawa risalah Islam Rasulullah Muhammad saw adalah bermula dari seorang
  • Opini / Ramadhan / Sosial /
    26 May 2017

    Ramadhan Cegah Radikalisme

    Radikalisme muncul jelang ramadhan 1438 H, sebuah bom meledak disikitar pemukiman warga. Negeri ini memang sedang dihinggapi Radikalisme, ada dua Radikalisme yang sedang bercokol di NKRI tercinta. Yang pertama Radikal Sekulerisme dan Radikal Terorisme, dua radikal yang muncul dengan alasan berbeda namun keduanya merupakan ancaman bagi bangsa. Radikal Sekulerisme kecenderungan dilakukan oleh orang-orang yang berduit, dengan uang yang mereka miliki, dikuasailah media, politik guna menyebarkan sekulerismenya termasuk salah satunya upaya meredam sila satu Pancasila dengan jargon pisahkan “agama dan politik”. Radikal sekulerisme gerakannya masif namun tak terlihat sebab yang mereka lakukan dengan cara cukup cerdas. Radikal Terorisme radikal yang muncul dari golongan tertentu yang m
  • Politik / Opini /
    26 Apr 2017

    Gagalnya "Hujan Sembako" wujud Revolusi Mental

    “Revolusi Mental” merupakan jargon yang diusung presiden terpilih Joko Widodo sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014. Namun, tak banyak penjelasan konkret muncul atas frasa itu. “Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.” “Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih bersih dari perilaku korupsi suap dalam meraih sebuah keinginan, berkemauan baja, berjiwa api yang menyala-nyala.” gambar : CNN Indonesia Gerakan revolusi ...
  • Gaya Hidup / Budaya /
    21 Apr 2017

    Agar Tuhan Tidak Bosan

    Mengutip satu bait lirik lagu Berita Dari Kawan karya Ebiet G Ade Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita yang selalu Salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita Cuba kita bertanya pada rumput yang bergoyang Patut jadi renungan kenapa akhir-akhir ini negeri ini selalu ada musibah dari mulai banjir hingga tanah longsor dengan membawa korban. Bencana banjir bandang, jelas bukan ‘takdir’ Tuhan. Tapi, terkait erat dengan perbuatan yang dilakukan manusia. Banjir terjadi, karena daya dukung lingkungan yang rusak sehingga alam murka. Penebangan pohon secara brutal dan liar mengakibatkan hutan ja...

Author

Djoen.ID

Coretan Terbaru

Yang Corat Coret