Coretan Penaku

Siapa calon suamimu, nak ?

7 Dec 2012 - 06:58 WIB

calon-suamiSiapa calon suamimu Nak ?
Sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan orangtua terutama Ibu kepada anak gadisnya yang sudah menginjak dewasa.
Kenapa saya tidak menulis kalimat Siapa calon isterimu Nak ?

Pertanyaan ini yang seharusnya ditanyakan orangtua kepada anak laki-lakinya, namun jarang sekali kita temui orangtua mempertanyakan hal tentang calon isteri dari anak-anak laki-lakinya. Justeru yang sering ditanyakan Ibu kepada anak laki-lakinya yaitu Sudah temukan calon isteri Nak ?

Support dan penyemangat kepada anak-anak laki-laki agar giat belajar dengan harapan kelak dapat pekerjaan yang bergaji besar sehingga mudah cari isteri, lebih banyak dilakukan orangtua pada anak laki-laki. Ini semua orangtua menyadari kelak anak laki-lakinya akan menjadi kepala keluarga yang harus bertanggung jawab untuk menafkahi batin maupun materi.

Berbeda dengan anak perempuan yang kelak justeru menjadi isteri dan ibu dari keluarga yang harus dinafkahi oleh suaminya. Untuk itulah orangtua lebih sering menanyakan kepada anak perempuannya siapa calon suaminya dengan harapan calon suami dari gadisnya kelak orang yang bertanggung jawab untuk menafkahi baik materi maupun batin.

Namun terkadang kecenderungan orangtua melihat segi materi dari calon suami anak gadisnya lebih dominan, dengan pertanyaan atau kata halus kepada anak gadisnya seperti :

Itu lho anak pejabat kaya !!!
Dia itu pekerjaannya Dokter, Pilot, PNS, Polisi !!!
Sidia gajinya gede sudah punya rumah dan mobil !!!
Cowok itu seorang pengusaha sukses !!

Dan lain-lain sebuah kalimat yang secara halus menganjurkan anak gadisnya untuk memilih calon suami yang diharapkan orangtuanya. Terkadang pula ada yang melakukan secara paksaan sehingga berefek rasa kecewa pada anak gadisnya. Saling adu argument ibu dan anak gadisnya sering terjadi dalam permasalahan calon suami misalnya :
Untuk apa sih pilih suami ganteng, kan ganteng banyak cewek yang menyukainya ? kata-kata Ibu pada anaknya.
Sementara anak menjawab untuk apa suami kaya kalau banyak ulahnya !!

Perseteruan seorang Ibu yang melihat segi materi bagi anak gadisnya, tidak disalahkan karena itu salah satu upaya agar kelak anak gadisnya bahagia yang berdasar pengalaman dirinya berumah tangga, namun demikian dengan melihat calon suami bagi anak gadisnya hanya pada materi semata bisa akan berakibat fatal bagi anak gadisnya yang tidak mau menurut kemaun ibunya seperti minggat, kawin lari, kumpul kebo dan lain-lain yang berakibat tidak ada kebahagiaan. Hanya segi materi sebagai dasar memilih suami akan menyebabkan seorang gadis seolah-olah tak punya harga diri ini dapat dilihat dari peristiwa nyata misalnya Sifulani yang karena melihat harta semata sehingga rela dinikah siri oleh seorang pejabat yang hanya berjalan 4 hari saja, atau juga masih teringat Sifulanah yang dinikahi oleh seorang Pangeran Kelantan karena status keningratan dan kekayaannya yang tidak menemukan kebahagiaan disana.

Sementara kecenderungan gadis lebih memilih calon suami atas nama Cinta , sebuah kata yang masih misteri hingga detik ini, ada yang mengatakan Cinta beda tipis dengan nafsu bila tidak didasari dengan Cinta sejati. Ini bukan isapan jempol semata banyak contoh kalangan artis Sifulan menikah dengan Sifulanah atas nama Cinta, namun begitupula ketika berceria juga atas nama Cinta, karena salah satu fihak menemukan Cinta baru.

Lalu bagaimana cara mencari calon suami dan isteri ?
Ajaran agama yang saya anut Islam memberikan patokan bagaimana memilih calon pasangan hidup yaitu :
1. Lihat keturunan siapa
2. Lihat hartanya
3. Lihat wajahnya cantik/tampan
4. Lihat ketaatan dalam agamanya

Dari point diatas bukan dimulai dari nomor satu dalam memilihnya, namun dimulai dari nomor 4, 3, 2, 1 yaitu utamakan lihat ketaatan agamanya sedang yang lain merupakan pelengkap yang bila bila terpenuhi kesemuanya merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang taat pada agamanya pastilah orang yang berilmu karena dengan ilmu yang dimilikinya dia dapat membedakan mana yang baik dan buruk dalam berperilaku. Begipula orang yang berilmu akan lebih pandai mengelola harta dan memimpin rumah tangganya, maka tak heran jika ada pepatah Harta hilang mudah dicari bagi orang yang berilmu, namun ilmu hilang sulit dicari dengan Harta.

Dari 4 point diatas juga dapat diketahui bagaimana cara mencari pasangan hidup agar kelak bahagia, tak menyalahkan mencari pasangan hidup karena Cinta, namun jangan hanya karena Cinta semu atau karena nafsu atas ketampanan/kecantikan seseorang tapi carilah Cinta sejati yaitu Cintailah seseorang karena Cintamu kepada Allah taala niscaya cinta semacam ini Insya-Allah akan abadi.

Sedikit coretan pagi dihari Jumat ini semoga bermanfaat.


TAGS   Keluarga /