Coretan Penaku

Kapan negara sejahterakan anak ?

12 Jun 2015 - 10:14 WIB

Berita tragis kematian bocah kecil yang manis imut Angeline selain membuat tangis rasa duka yang dalam juga membuat saya bertanya dalam hati Kapan Negara Sejahterakan Anak ? .Sebuah pertanyaan yang relevan karena negara berkewajiban menjaga rakyatnya dari sejak ada hingga usia tua. Angeline-angeline dinegeri ini amatlah banyak dan bisa jadi nasib mereka akan sama bila tidak ada langkah yang serius dan signifikan pada mereka.


angeline

Bukan rahasia umum ketika sebuah peristiwa telah terjadi ramai-ramai saling menyalahkan dan tidak ada yang mau berkaca untuk dicarikan solusi terbaik. Selama ini tidak ada keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan khusus bagi anak, ini terlihat dari departemen bentukan pemerintah tidak ada satupun departemen yang mengurusi, melindungi, meningkatkan kesejahteraan anak.

Justeru yang terlihat dibuatlah sebuah departemen yang tidak jelas apa yang dikerjakan, sehingga membuat programnya tumpang tindih dengan departemen lain, bahkan sang pemimpin departemen tersebut kerjaannya hanya numpang narsis sana sini sementara tidak ada program kerja yang dihasilkannya.

Selama ini kecenderungan urusan kesejahteraan anak adalah kewajiban orangtua tanpa melihat bahwa anak-anak tersebut belum tentu punya orangtua atau mempunyai orangtua yang tidak layak untuk memberikan kebahagiaan pada anak. Untuk itu dibutuhkan langkah kongkrit pada anak-anak tersebut.

Yang ingin saya katakan, piranti hukum negara kita ketika berkaitan dengan anak-anak masih sangat-sangat minimal. Efeknya banyak laporan, pengaduan anak korban orangtuanya bercerai tidak bisa bertemu salah satu orang tuanya karena ego salah satu pihak

Kepedulian elite politik dan pejabat negeri ini hanya musiman semata atau demi pencitraan saja, ketika kasus Angeline mencuat dan beritanya masih hangat ramai cari muka dengan berbagai macam tingkahnya, namun ketika berita Angeline mulai pudar, pudar pula rasa kepedulian mereka seiring berjalannya waktu.

Padahal anak-anak dinegeri ini yang senasib dengan Angeline amatlah banyak, dan tugas kita semua untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka, karena merekalah kelak pewaris negeri ini. Semoga ada hikmah dari derita Angeline agar negara terbuka hatinya dan serius melindungi anak-anak negeri ini dengan kebijakan riil bukannya mengutamakan kepentingan bagi-bagi kursi kesejahteraan untuk elite politik dilingkup kekuasaan.

Akhir kata sebuah coretan anak bangsa. Wahai wakil rakyat jangan sibuk perjuangkan uang saku 20 M dengan alibi dana aspirasi dengarkan suara derita tangis Angeline, Yang terhormat presiden jangan sibuk balas jasa sehingga bapak buat departemen yang tidak jelas kerjanya apa, dengarkan rintihan Angeline minta perlindungan kehangatan keceriaan dari bapak presiden

NB : Hapus bubarkan departemen abal-abal dirikan Departemen Kesejahteraan Ibu dan Anak.


TAGS   Anak Indonesia /