Coretan Penaku

Ada Apa Dengan Ramadlan ?

18 Jun 2015 - 10:29 WIB

Ada apa dengan Ramadlan ? pertanyaan ini mucul setiap bulan Ramadlan terjadi sebuah fenomena ekonomi yang diluar dugaan. Jelang Ramadlan, saat Ramadlan hingga jelang hari raya Idul Fitri, selalu diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok akibat naiknya permintaan. Sebuah fenomena yang bertolak belakang dengan tujuan utama dari puasa.

Puasa Ramadlan adalah ibadah dimana pada hari itu umat dilatih untuk menahan segala hawa nafsu, dari mulai menahan lapar, nafsu seksual, amarah dan pada bulan tersebut dianjurkan untuk banyak-banyak bersedekah. Rasa lapar dari pagi hingga petang sebagai bentuk merasakan bagaimana rasa laparnya kaum papa yang setiap harinya. Dengan latihan sebulan penuh tersebut diharapkan kelak pasca Ramadlan, yang kaya menjadi dermawan, yang kuasa menjadi rendah hati, yang arogan menjadi sabar, yang pemalas menjadi rajin, Yang boros menjadi hemat, yang mewah menjadi sederhana dan lain-lain.

Ada yang salah dalam perilaku umat saat ini ketika jalankan ibadah puasa sehingga pengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak ada sangkut pautnya dengan puasa. Bagaimana tidak justeru bulan puasa adalah pelatihan untuk hidup sederhana, yang biasanya makan 3 kali sehari pagi, siang dan malam menjadi dua kali saja sahur dan buka puasa. Kebiasaan jajan, ngemil siang dihari-hari biasa juga dihilangkan pada bulan puasa.

Namun pada kenyataannya berbeda dengan tujuan puasa itu sebenarnya, kebiasaan makan sederhana setiap harinya berubah menjadi tidak sederhana lagi, seolah-olah sebagai bentuk balas dendam karena pagi hingga petang perut tidak terisi sama sekali yang berdampak pada saat akan jalankan ibadah-ibadah sunnah lainnya terabaikan karena kekanyangan. Tak heran kalau pada moment permintaan kebutuhan pokok naik drastis akibat kebiasaan luar biasa dari hari-hari biasa.

Sedikit coretan diawal puasa ini semoga jadikan cermin bagi umat muslim Indonesia untuk berkaca da bertanya sudah benarkah puasa kita sebagaimana yang diajarkan nabi pembawa risalah ini ?. ini amat diperlukan ditengah gelombang ekonomi Indonesia yang kian cenderung menurun, pengangguran bertambah dan kemiskinan juga menyusul bertambah.

Hendaknya jadikan moment Ramadlan untuk membuka hati agar senantiasa peduli nasib sesama anak bangsa demi kemajuan negeri ini.

Marhaban Ya Ramadlan, selamat menjalankan ibadah puasa semoga dengan puasa ini terbuka mata hati elite negeri ini serta seluruh anak bangsa …amiin.


TAGS   Ramadlan /