Coretan Penaku

Kasih Sayang Bukan Seks Bebas

30 Jan 2015 - 15:02 WIB

Sehabis jumatan coba-coba cari berita terbaru tentang kemelut dinegeri ini di Detik com, saya terperanjat sambil berucap dalam hati Gila, Edan, ketika membaca berita sebuah hotel diwilayah kota apel Batu memberikan discount 50% menginap untuk sepasang kekasih dihari kasih sayang atau orang bule bilang valentine day pada februari nanti, bersyukurlah satpoll PP bertindak cepat.
valentine

Kalimat Sepasang Kekasih inilah yang jadi rancu seolah-olah membudayakan untuk kumpul kebo bagi sepasang kekasih dihari itu dengan iming-iming discount 50% untuk menginap, ngapain sepasang kekasih yang belum tentu jadi suami isteri diberi iming-iming nginap dihotel ? semua orang dewasa , satpol PP sudah paham dan ngerti apa yang akan mereka perbuat.

Ironi sebuah hari bentuk budaya yang seharusnya untuk memupuk kasih sayang adik kakak, anak orangtua, suami isteri, rakyat pada pemimpinnya dan sebaliknya, manusia kepada Tuhannya, justeru diarahkan pada perbuatan Free Sex yang amat merugikan bagi diri pelaku, maupun budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Beri kado cokelat dapat cokelat yang lain bukan rahasia umum dikala perayaan hari tersebut, tak jarang banyak sekali para gadis kehilangan keperawanannya karena menukar cokelat yang berharga dengan sepotong cokelat dengan embel-embel kasih sayang. Padahal ketika mereka kehilangan cokelat belum tentu yang merenggutnya akan menikahinya kelak.

Bukan maksud coretan kali ini antipati pada hari valentine, namun hendaknya kita sadari makna kasih sayang tersebut secara universal seperti yang telah saya coretkan diatas. Kasih sayang sesama manusia beda jenis merupakan kodrat dan karunia Tuhan, akan tetapi perlu mengetahui batasan-batasan yang digariskan Tuhan dalam melupkan rasa kasih sayang tersebut agar kehidupan manusia jadi tenteram dan damai.

Budaya merayakan hari kasih sayang dengan, mabuk, pesta oplosan, kumpul kebo amatlah sia-sia dan cenderung merugikan diri sendiri daripada kesenangan sesaat dengan akibat penyesalan tiada akhir. Kalau kita jernih alangkah baiknya kita mengingat bagaimana kasih sayang ibu pada kita, kasih sayang ayah pada kita, kasih sayang kakak pada kita sebagai adiknya, bahkan Kasih sayang Tuhan kepada kita, bukan sekedar kasih sayang kekasih. Sehingga akan timbul kesdaran dalam hati dihari itu untuk senantiasa memupuk kasih sayang kepada sipapapun sebagai bentuk makhluk sosial dalam kehidupan ini.

Sedikit coretan gemes dihari ini sebuah renungan bahwa Hari Kasih Sayang Bukan Seks Bebas, walau diming-iming nginap dihotel gratispun.


TAGS