Coretan Penaku

Menghapus Kesenjangan

9 Feb 2016 - 12:16 WIB

Soal pro kontra proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung patut dicermati, dan dikritisi oleh siapa saja yang berstatus WNI karena permasalahan tersebut menyangkut hidup orang banyak. Urgentsi pembangunan kereta cepat yang kebetulan dimenangkan oleh perusahaan dari China ini yang perlu ditanyakan, walaupun modal yang dipakai adalah milik investor dan sebagian BUMN. Madarat dan Maslahat dari rencana pembangunan kereta cepat tersebut yang perlu dikaji, alasan agar Jakarta-Bandung bisa ditempuh dengan cepat atau mengurangi kemacetan toh telah ada jalur cepat Jalan Tol Cipularang, jalur Puncak Jakarta-Bandung, atau menggunakan pesawat udara.

Selain itu perlu dicermati juga dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pembangunan kereta cepat tersebut bagi masyarakat setempat dan sarana transportasi yang selama ini telah ada. Kereta cepat bentuk kemajuan sebuah daerah karena memiliki sarana transportasi yang cepat dan modern. Namun perlu diingat Indonesia bukan hanya Jakarta dan Bandung, Indonesia terdiri dari 33 propinsi dan ratusan kota berdiri dan ada.

Pembangunan sebuah daerah juga harus memperhatikan daerah lainnya agar sama dan adil, ibarat sebuah keluarga orangtua harus memperhatikan seluruh anak-anaknya yang dimiliki, kalau yang satu dibelikan baju sutera harusnya yang lain juga demikian, jangan sampai satu dibelikan sutra ada yang hanya pake baju karung ghoni.

Urgensi pembangunan Kereta Cepat ini, perlu dan harus memperhatikan daerah-daerah lain di Indonesia seperti apa pembangunan sarana infrastrukturnya, berita masih ada jalanan berlumpur diluar Jawa, masih ada jembatan kayu yang mudah ambruk, masih ada kampung yang belum dialiri listrik bisa diajdikan pertimbangan terhadap pembangunan sarana modern lain khusus didaerah tertentu.

Ini amat diperlukan agar tidak terjadi ketimpangan dan kesenjangan antar daerah di Indonesia yang berkibat gesekan dan rawan disintegrasi bangsa. Jangan sampai ada imets karena pemimpinnya dari Jawa pembangunan hanya fokus dan memajukan Jawa sementara wilayah lain dibiarkan tertinggal padahal daerah tersebut penyumbang devisa negara lebiha banyak karena sumber daya alamnya melimpah.

Kesenjangan antar daerah tersebut merupakan tugas pemerintah untuk mempersempit hingga menghapusnya dengan kebijakan-kebijakan pembangunan Prioritas demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan bukan demi gaya-gayaan, agar dikatakan negara maju dan modern, sebab yang dibutuhkan rakyat adalah kemakmuran dan kesejahteraan yang menyeluruh adil dan beradab.


TAGS   Ekonomi / Politik /