Coretan Penaku

Korupsi Bukan Budaya

16 Feb 2016 - 10:33 WIB

Membaca berita demo menentang revisi UU KPK yang dimuat new.detik.com ada beberapa poster dengan tulisan yang patut dicermati, beberapa tulisan tersebut berbunyi antara lain :

“ Cukup Foya-foya dengan uang rakyat “

“Cukup Pembiaran perampasan sumber daya alam”

“Cukup Koruptor kebal hukum”

“Cukup Pelemahan Institusi Hukum”

“Cukup Wariskan Budaya Korupsi”

Dari berbagai tulisan diatas ada kalimat Cukup Wariskan Budaya Korupsi yang menjadi tanda tanya sekaligus untuk ditelaah makna dan urgensinya. Kalimat tersebut mengungkapkan betapa dahsyatnya perilaku korupsi dinegeri ini sehingga ada menganggap sebuah budaya yang diwariskan. Mungkin ini dikarenakan patah tumbuh bagai jamur dimusim hujan perilaku korupsi, koruptor satu ditangkap muncul koruptor lainnya begitu seterusnya. Perilaku semacam ini bisa jadi karena kurang tegasnya hukum dinegeri ini atau juga karena permainan hukum dinegeri ini, fakta tak jarang pihak penegak hukum juga terlibat korupsi.

Pandangan anak kecilpun akan berkata bagaimana penegak hukum bisa membersihkan korupsi kalau mereka sendiri melakukannya. Kembali kepada tulisan tersebut diatas sebenarnya korupsi bukanlah sebuah bentuk budaya yang patut diwariskan, akan tetapi sebuah bentuk kejahatan yang wajib dibasmi keakar-akarnya.

Dugaan pelemahan KPK melalui revisi UU KPK oleh DPR patut dicermati, terlebih selama ini KPK sudah mumpuni dengan wewenangnya mampu mencokok para koruptor, memang akan menjadi sebuah pertanyaan kenapa KPK yang sudah sedemikian mumpuni dengan kewenangannya musti dirubah ? tak heran kalau timbul kecurigaan UU KPK hasil revisi hanya demi kepentingan pemerintah dan DPR agar tak tersentuh KPK. Upaya revisi UU KPK bisa jadi akibat kesuksesan KPK mencokok para koruptor dari pemerintah, penegka hukum hingga oknum legislatif.

Korupsi sebagai budaya akan terwujud apabila dugaan-dugaan tujuan revisi UU KPK hanya untuk melemahkan KPK. Sungguh amat memprihatinkan apabila sebuah kejahatan korupsi dijadikan sebuah budaya yang bisa diwariskan pada anak cucu negeri ini.

Untuk itu perlu adanya menumpas habis perilaku korupsi dari mulai pendidikan pada anak-anak sekolah, penegakan hukum yang tegas, serta pembersihan penegak hukum dari oknum yang diduga ikut berperilaku korup.

Semoga saja KPK dipercaya rakyat sebagai penegak hukum, tidak luntur akibat dugaan upaya pelemahan, karena KPK telah berusaha semaksimal mungkin agar korupsi tidak menjadi sebuah budaya.

 


TAGS   Politik / Hukum / Budaya /