Coretan Penaku

Ketika Kupu-kupu Malam Dipolitisasi

18 Feb 2016 - 11:20 WIB

Ketika kupu-kupu malam dipolitisasi adalah coretan saya dihari kamis pagi ini, menanggapi sebuah fenomena lokalisasi Kalijodo tempat para kupu-kupu malam mencari nafkah untuk bertahan hidup. Kupu-kupu malam menjadi trending topik diberbagai media setelah mencuat kasus kecelakaan mobil mewah yang menewaskan beberapa orang akibat mabuk dikawasan lokalisasi tersebut. Berbagai politikus unjuk gigi-nya dengan berbagai statement, ide dan solusi terhadap lokalisasi tersebut.

Sebuah kepedulian yang patut diacungi jempol, namun tersirat sebuah pertanyaan kenapa baru sekarang mereka peduli pada nasib para kupu-kupu malam tersebut, kemarin ngapain ?

Sebuah pertanyaan yang relevan sebab ujung-ujung dari bentuk kepedulian tersebut adalah demi proses politik pilkada yang akan digelar pada tahun depan. Sejak awal para politikus mulai merayu rakyat agar mengena hati calon pemilihnya dengan menjadikan kupu-kupu malam sebagai iklan politik.

Nawaitu niatan kepedulian demi raih kursi jabatan amat disayangkan, nasib dan masa depan kupu-kupu malam dinilai seharga kursi jabatan. Prostitusi adalah permasalahan sosial yang amat kompleks siulit sekali untuk mengurangi apalagi menghilangkannya secara total. Kasus penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya bentuk kebijakan yang berani karena berani melawan para beking dibelakangnya dari mulai pengusaha, aparat hukum hingga parpol. Akan tetapi upaya tersebut tidak menjamin kelak tidak akan muncul dolly-dolly serupa.

Upaya penggrebekan dengan cara-cara kekerasan oleh sebuah ormas juga tidak memberikan jalan keluar yang baik, sebab mereka hanya bisa reaksi tanpa memberikan solusi. Solusi riil inilah yang perlu dicari dan dimunculkan, solusi bukan hanya bagi pelaku prostitusi (PSK) namun juga bagi calon-calon PSK, sehingga jika PSK lama telah dibina tidak akan muncul PSK-PSK baru. Sebuah solusi yang bisa diwujudkan jika dilakukan kerjasama oleh semua pihak dari mulai diri sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat, aparat hukum, ulama tokoh agama dan pemerintah.

PSK / Kupu-kupu malam juga manusia, juga warga negara yang punya hak untuk hidup demi masa depan diri dan keluarganya. Mereka bukanlah obyek penderita yang bisa dipakai sebagai alat untuk kepentingan politik praktis semata.


TAGS   Sospol /