Coretan Penaku

Pesantren Bukan Untuk Anak Nakal

21 Mar 2016 - 11:39 WIB

Dua kutipan singkat berita detik berikut ini miris namun patut dicerna untuk diambil hikmahnya, adapun kutipan berita tersebut adalah sebagai berikut :

Bahaya narkoba terus membayangi kehidupan di Indonesia. Bahkan menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso narkoba sudah disalahgunakan hingga lingkup pesantren.

“Narkotika sudah masuk ke kalangan santri terutama di daerah Jatim. Santri, dia zikir dari pagi ke pagi pakai ekstasi, bukan cuma santrinya tapi kyainya juga,” ungkap Komjen Budi di kantornya, Jl MT Haryono, Cawang, Jaktim, Jumat (4/3/2016). Sumber : http://news.detik.com/berita/3157946/komjen-buwas-saat-ini-ada-ekstasi-dipakai-zikir-di-pesantren

Melanggar disiplin, seorang santri Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Desa Denanyar, Kecamatan Kota Jombang tewas setelah dipukuli santri senior. Korban diketahui bernama Handoyo (16), asal Desa Godong, Kecamatan Gudo, Jombang.

Korban saat itu dihajar oleh 8 santri, Minggu (20\/12\/2009). Diantaranya, Azur Rijal (19), asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Korban dihajar Rijal di lapangan Denanyar, di luar Asrama Pesantren.

Sementara orang tua Handoyo menangis histeris saat melihat jenazah anaknya terbujur kaku di RS Nur Wahid, Jombang. “Saya tidak menyangka anak saya meninggal saat belajar di pesantren,” kata ibu korban, Maysaroh (48) saat di kamar jenazah di RSU Swadana, Senin (21\/12\/2009).

Sumber : http://news.detik.com/berita-jawa-timur/1263754/santri-jombang-tewas-dipukuli-senior

Dua peristiwa kriminal yang tejadi disebuah lembaga pendidikan agama yaitu pesantren. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan swasta yang didirikan oleh seorang Kyai sebagai figure sentral yang berdaulat menetapkan tujuan pendidikan pondoknya.
Tujuan pendidikan pesantren menurut Mastuhu adalah menciptakan kepribadian muslim yaitu kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia bermanfaat bagi masyarakat atau berhikmat kepada masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau menjadi abdi masyarakat mampu berdiri sendiri, bebas dan teguh dalam kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan Islam dan kejayaan umat Islam di tengah-tengah masyarakat dan mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian Indonesia.

Ada salah anggapan yang terjadi dikalangan masyarakat bahwa pesantren adalah sarana pendidikan anak-anak nakal agar menjadi baik, salah anggapan ini membuat pesantren dijadikan sebagai jalan terakhir ketika orangtua putus asa mendidik anaknya yang nakal, sehingga jalan terakhir membawa anak yang nakal ke pondok pesantren yang ada. Tak heran kalau pihak pesantren jadi serba salah ketika ada anak-anak asuhannya yang nakal.

Disisi lain belum ada keinginan bagi orangtua ketika anak-anaknya tidak nakal untuk dibawa ke pondok pesantren agar menambah ilmu pengetahuan dan menjaga agar perilakunya tetap baik. Begitupula anggapan jikalau anak-anak yang masuk pesantren ada anggapan masa depannya kurang cerah, dikarenakan pelajaran agama lebih banyak dibanding dengan ilmu pengetahuan umum.

Kenakalan anak-anak terjadi dikala awal orangtua dalam mendidik anaknya, kalau sejak dini diberi bimbingan aklaq, norma agama dengan benar anak menjadi nakal amatlah kecil. Kasus peredaran narkoba dikalangan pesantren bukan tidak mungkin berasal dari santri yang berawal dari anak nakal yang sebelum masuk pesantren telah memakai narkoba.

Pesantren cikal bakal pendidikan anak-anak santri bertujuan mulia agar generasi bangsa tetap taat pada agamanya serta menjadikan pribadi-pribadi yang santun, berbakti pada orangtua, agama dan negara.

Sedikit coretan acak adut hari ini sekedar mengingatkan kembali Pesantren bukanlah tempat pembuangan anak-anak nakal ketika orangtua sudah tidak mampu lagi mendidik anaknya tersebut.


TAGS   Pendidikan / Agama /