Coretan Penaku

Setan dibelenggu dibulan Puasa

10 Jun 2016 - 12:26 WIB

Benarkah setan dibelenggu dibulan puasa ? Pertanyaan ini sering kita jumpai saat memasuki bulan puasa ramadhan, sebuah pertanyaan yang muncul dari sebuah statement bentuk pesan keagamaan “bahwa setan dibelenggu dibulan ramadhan”. Teringat betul ketika masih duduk di sekolah dasar saya memahami bahwa setan dibelenggu yaitu para setan yang menakuti manusia atau biasa disebut hantu diikat dengan tali, sehingga anak-anak tidak takut lagi keluar dari rumah sendirian ketika malam tiba untuk bermain.

Pemahaman lugu anak-anak tersebut saya yakin hingga saat ini masih saja sama. Akan tetapi seiring dengan kemajuan teknologi informasi serta tingkat pendidikan yang lebih maju pertanyaan apakah benar setan dibelenggu dibulan puasa ramadhan, akan diiringi dengan pertanyaan lain kalau benar dibelenggu kenapa masih ada atau justeru kejahatan yang marak dibulan puasa terlebih jelang hari raya.

Menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan memberikan jawaban kulit luar semata dengan kalimat “iya setan dibelenggu” sebagaimana jawaban untuk anak sekolah dasar. Perlu penjelasan yang bisa dinalar dengan akal sehat serta bisa terbukti kevalidan jawaban. Karena semakin dewasa seseorang dan semakin luas pengetahuan yang dimilikinya akan menambah niat untuk bertanya dan terus bertanya hingga jawaban yang diharapkan dapat diperoleh dengan pas dan tepat.

Fenomena masih ada kejahatan, dari mulai pencurian, perampokan, pelacuran dibulan puasa ramadhan memang akan membuat sebuah tanda tanya keabsahan bahwa setan dibelenggu dibulan puasa ramadhan.

Akan tetapi terkadang kita lupa untuk mempertanyakan apakah pelaku kejahatan tersebut berpuasa atau tidak ?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menjadi jawaban penjelas kenapa dibulan puasa dimana setan dibelenggu masih ada kejahatan. Saya yakin 101% para pelaku kejahatan baik itu pencurian, pelacuran, dan lain-lain tidak menjalankan puasa sehingga mereka melakukan berbagai macam kejahatan. Sebab inti dari ibadah puasa adalah menjaga diri dari haus dan lapar, menjaga amarah, menjaga ucapan dan hati, menjaga perilaku diri agar tidak berbuat kejahatan. Singkatnya setan dibelenggu pada setiap insan yang menjalankan ibadahnya.

Saat ini tak terdengar ucapan maaf :bangsat, goblok, Ngaco, taik, dan lain-lain sebagai bentuk hingar bingar politik dinegeri ini sebagaimana hari-hari yang lalu, baik muslim ataupun non muslim ramai-ramai mengadakan acara safari ramadhan. Bentuk kesantunan dan kepedulian sesama tanpa menyakiti hati yang hanya kita jumpai dibulan ramadhan. Mereka berusaha menjaga diri untuk meluapkan amarah politiknya, mereka berusaha menghormati sesama umat yang sedang jalankan ibadah puasa. Amarah politik yang biasa terdengar teredam dengan sendirinya sejak memasuki bulan ramadhan. Itu salah satu bentuk perwujudan dari makna setan dibelenggu dibulan ramadhan, setan yang mengobarkan amarah politik, fitnah saling tuduh telah siikat kuat dibulan ini.

Sedikit coretan dibulan ramadhan ini untuk memaknai kalimat “setan dibelenggu dibulan puasa” , saya yang awam akan keilmuan mohon maaf dan koreksi bila ada coretan kali ini yang salah. Sebuah bulan kedamaian bulan suci ramadhan saat segala bentuk nafsu dibelenggu, suasana yang amat dirindukan berjalan terus menerus walaupun diluar ramadhan niscaya akan temui sebuah kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang aman, damai, dan tenteram.


TAGS   Tausiyah / Agama /