Coretan Penaku

Takjil Yg Berkah & Bermakna

16 Jun 2016 - 13:52 WIB

Ada sebuah pemandangan yang patut diacungi jempol pada bulan suci raadhan ini, banyak sekali kegiatan dari berbagai kelompok ormas, takmir masjid jelang beduq maghrib mengadakan dan membagikan takjil bagi umat muslim yang sedang jalankan ibadahnya bukan hanya dimasjid-masjid, kantor, namun juga pembagian takjil secara gratis dijalan yang ditujukan bagi para pengendara. Tak luput polisi sebagai penegak keamanan sekaligus pengatur lalu lintas dijalan ikut memperbanyak pahala dibulan suci ini dengan berbagi takjil. Yang menarik pembagian takjil tersebut disertai dengan memilih pengendara yang mematuhi peraturan berlalu lintas. Selain berbagi takjil/sedekah disertai sebuah pembiasaan budaya untuk tertib lalu lintas.

Program takjil tertib berlalu lintas dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur sejak awal bulan Ramadan. Takjil dibagikan khusus untuk pemotor yang mematuhi aturan berlalu lintas, mulai dari pemakaian helm sampai kelengkapan dokumen berkendara.

“Bentuknya semacam giat simpatik kepada para pemotor yang sudah mematuhi aturan berlalu lintas kita berikan takjil, berlangsung mulai pukul 17.00 WIB, sampai waktu berbuka puasa. Kita lakukan setiap hari sejak tanggal 6 sampai hari ini sudah ada 5.000 bingkisan takjil yang kita berikan,” kata Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa kepada detikcom, Sumber

Apa yang dilakukan para polantas tersebut adalah bentuk pembagian takjil yang bukan hanya mengandung berkah namun juga bermakna. Selain berbagi takjil para polantas tersebut memberikan tausiyah secara tidak langsung melalui perbuatan, dimana yang diberi takjil pengendara yang taat lalu lintas. Pembiasaan taat lalu lintas ini bentuk teladan bagi masyarakat serta demi kepentingan masyarakat itu sendiri agar selamat dalam perjalanan hingga tujuan. Sehingga polantas akan lebih memasyarakat dan bukan jadi momok menakutkan bagi pengguna jalan. Hubungan sesama manusia tanpa memandang status secara pasti terbina dengan pendekatan semacam ini, sehingga ketaatan berlalulintas timbul karena kesadaran bukan karena ketakutan.

Momen ramadhan penuh berkah ini merupakan moment paling tepat untuk berkreasi guna membina masyarakat taat pada peraturan dengan memanfaatkan bentuk-bentuk kegiatan yang ada dibuan ramadhan. Inovasi dan kreatifitas tersebut sangatlah diperlukan disaat masyarakat sengaja atau tidak sengaja tak peduli dengan peraturan yang disampaikan melalui tulisan dan ucapan semata.

Sudah berpuluh-puluh pasal tentang kejahatan diundangkan, namun tetep saja masyarakat tidak memperdulikannya. Era kritis kepercayaan semacam ini akan berakibat fatal pada tindakan yang melawan hukum, untuk itu diperlukan sebuah teladan dari berbagai pihak yang peduli akan keamanan dan ketertiban masyarakat. Seperti apa yang dikata orang kulon “Action no Talk”.

Sedikit coretan singkat semoga bermanfaat


TAGS   Religi /