Coretan Penaku

Kenapa Anak Anak Selalu Jadi Obyek Penderita ?

30 Jun 2016 - 08:58 WIB

Kenapa Anak Anak Selalu Jadi Obyek Penderita ? ini pertanyaan yang tergiang dibenak pikiran saya. Kalau kita membaca berbagai berita tentang penganiayaan, pembunuhan, pelecehan dan lain-lain diberbagi media amatlah miris ketika mengetahui yang jadi korban adalah anak-anak.

Akibat pergaulan bebas kalangan remaja anak bayi dijadikan korban karena mereka malu dan tidak mau bertanggung jawab untuk menutupi aibnya aborsi dilakukan.

Akibat kemelut rumah tangga yang menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga tak jarang anak-anak juga jadi korban.

Kekurangan ekonomi, kemiskinan lagi-lagi anak-anak dijadikan korban, sering kita dengar anak-anak dijadikan alat untuk mencari uang dengan mengemis, tarficking, penjualan anak.

Masih tergiang diingatan kita kasus bocah lucu Engeline di Bali korban pembunuhan yang mengundang banyak perhatian publik dari mulai rakyat biasa hingga elite politik.

Berbagai rentetan kasus seksual dari mulai sodomi, pedofil dengan korban 58 anak di Kediri oleh seorang pengusaha, pemerkosaan oleh anak-anak maupun orangtua lagi-lagi anak-anak jadi korbannya. Berbagai upaya untuk mencegah dan menghentikan perilaku tersebut hingga keluarlah aturan hukum yang mengerikan “kebiri” bagi pelakunya.

Seolah-olah tak ada hentinya anak dijadikan obyek penderita, korban dari perilaku manusia yang demi memenuhi nafsunya belaka. Belum lagi hilang jerit tangis air mata dan darah anak-anak korban tersebut, terdengar kabar baru “Vaksin Palsu” dan lagi-lagi anak-anak dijadikan sasaran obyek penderita atas ulah oknum yang ingin memperkaya diri secara instan. Tak ada dalam benak pikiran mereka tentang nasib anak-anak tersebut yang mereka jadikan kelinci percobaan demi meraih pundi-pundi uang dengan vaksin palsunya.

Tanpa kita sadar dan tanpa kita mau membayangkan, bahwa diantara anak-anak korban tersebut adalah anak bangsa ada diantara mereka calon seorang pemimpin yang kelak akan membawa negeri ini lebih baik, karena merekalah pewaris negeri ini.

Butuh keseriusan berbagai kalangan dari mulai keluarga, tetangga, msayarakat umum hingga pemerintah, tokoh agama dan penegak hukum untuk mencegah dan menghilangkan segala perbuatan yang mejadikan anak sebagai obyek penderita.

Keluarga berperan menjaga dan mendidik anak-anaknya, tokoh agama memberikan wejangan, pihak penegak hukum melakukan tindakan hukum dan pemerintah membuat aturan yang tegas. Kalau kita sadari perilaku kejahatan tersebut juga terpengaruh oleh media dengan berbagai tayangan yang cenderung bertemakan kekerasan, gaya hidup hedonis, kebebesan pergaualan, pornografi dan lain-lain.

Sampai kapan anak-anak dijadikan obyek penderita ? diri kita sendirilah yang bisa menghentikan dengan mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian-kejadian berbagai macam kejahatan yang jadikan anak sebagai korbannya.

 

NB : “ Anak Adalah Pewaris Bangsa, Jaga, bina dan Perilahara agar jadi pewaris tangguh negeri ini


TAGS   Sosial / Hukum /