Coretan Penaku

Agar Amal Tak Mengganggu

1 Jul 2016 - 11:17 WIB

Sebentar lagi kurang beberapa hari, hari raya tiba. Hari raya diawali dengan takbir dimalam hari dilanjutkan dengan sholat Idul Fitri. Kita patut bergembira ada beberapa daerah yang pemdanya melarang takbir keliling, sebab makna takbir seharusnya dilakukan khusu’, tenang dan damai, bukan dengan hingar bingar apalagi dengan diringi suara petasan dar, deer, door yang sejatinya justeru menyimpang dari nilai moment takbiran tersebut.

Yang menarik fenomena dikala pelaksanaan sholat iedul fitri, karena ramainya jamaah sehingga tempat yang digunakan tidak mencukupi. Para jamaahpun meluber hingga kejalan raya, jalanan yang seharusnya digunakan untuk para pengguna kendaraan terpaksa ditutup. Dan secara tidak langsung ibadah sholat tersebut mengganggu kepentingan orang lain untuk melakukan perjalanannya dengan berbagai macam tujuan, ada yang berangkat kerja bagi yang tidak libur, ada yang berangkat menuju rumah sakit karena keluarganya ada yang sakit, dan berbgai macam kepentingan yang datang tanpa diduga.

Fenomena semacam ini terus berlanjut dari tahun ketahun tanpa ada solusi riil agar tdak terjadi lagi. Ibadah sholat iedul fitri memang sebuah kegiatan keagamaan yang hukumnya sunnah muakad bagi umat islam akan tetapi sebuah ibadah tak seharusnya membawa dampak yang merugikan orang lain walaupun tanpa sengaja.

Ada yang salah dalam memilih tempat untuk menyelenggarakan sholat iedul fitri tersebut, masjid yang tak mencukupi membuat jamaah meluber menutupi jalan, lapangan yang tidak mencukupi membuat hal yang sama jamaah meluber kejalanan. Kejadian tersebut berulang kali terjadi bukan satu kali saja, sehingga para penyelenggara mengetahui betul bahwa memang tempat yang disediakan tidak mencukupi. Harusnya dari beberapa kejadian tersebut didapat jalan keluar agar jamaah tidak meluber kejalan seperti tahun-tahun yang lalu.

Sedikit kita tengok bagaimana Rosulullah menjalankan sholat iedul fitri selama hidupnya, dalam sebuah riwayat rasulullah lebih sering adakan sholat ied ditanah lapang dan hanya sekali sholat ied di masjid dikarenakan hujan. Makna tanah lapang tersebut bisa sebuah tempat yang luas yang mencukupi untuk jumlah jamaah yang hadir. Kalau sholat ied dimasjid hendaknya dikalkulasi lebih dulu masjid tersebut apa mencukupi atau tidak sehingga tidak terjadi jamaah sholah dijalanan.

Begitupula yang adakan dilapangan hendaknya juga dikalkulasi apa kapasitas lapangan mencukupi untuk menampung jamaah yang hadir.

Ada sebuah pemandangan yang menarik namun juga membuat pikiran saya berputar untuk mempertanyakan, Kenapa tidak gunakan GOR (Gedung Olahraga) yang ada untuk sholat ied dibanding di masjid atau lapangan yang kecil, padahal kalau kita jeli GOR tersebut juga termasuk tanah lapang. Bahkan dengan sholat di GOR daya tampung lebih banyak sehingga jamaah tidak meluber kejalanan yang mengganggu aktivitas orang lain.

Saya kira tidak ada hukum yang mengharamkan jalankan ibadah sholat ied di GOR…

Sedikit coretan orang awam semoga bermanfaat…

Akhirnya : “ Taqqabalallahu Minna Waminkum, Minal Aidzin Wal Fa Idzin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Semoga kita semua kembali Fitri…amiiiin “


TAGS   Religi /