Coretan Penaku

Mari Bercermin

2 Sep 2016 - 08:30 WIB

Kebanyakan wanita saat dandan memakan waktu lama hingga waktu untuk makan sarapan pagi hampir sama dengan lamanya waktu wanita dandan. Lamanya waktu dandan kebanyakan digunakan untuk didepan cermin untuk mengamati, mulai putar kanan kiri, lihat depan belakang, mencermati raut wajah, apakah lipstik, bedak, eyesido, sudah cocok dengan baju yang digunakan, apakah ada bagian dari baju-baju yang masih terbuka terutama resleting dan lain-lain.

Kebiasaan wanita berlama-lama didepan cermin waau terkadang membuat para suami merasa jengkel apalagi ketika akan mengahdiri undangan acara tertentu dimana waktu sangat sempit. Akan tetapi ada hikmah dan pelajaran dari berlama-lamanya bercermin para wanita tersebut.

Beberapa waktu yang lalu ada sebuah kejadian yang menjadi booming dan daya tarik dunia online, timbul sebuah sindiran cacian terhadap penampilan seseorang yang kebetulan mereka adalah tokoh politik sekaligus publik figur dinegeri ini.

Penampilan orang nomor satu dinegeri ini Presiden Negara Kesatuan Republik Iundonesia Joko Widodo saat menghadiri louncing parawisata Danau Toba. Pemakaian busana adat yang terkesan beda dengan bentuk asli dari pakaian adat tersebut, yang nampak Jokowi sedang memakai wig yang biasa dipakai kalangan artis ataupun untuk pentas sebuah drama seorang laki-laki berperan sebagai wanita. Nyir-nyiran para nitizen pun timbul akibat ketidak cermatan desainer pakaian adat tersebut yang seolah-olah sebuah penghinaan atas wibawa seorang presiden.

Belum lama berselang, kejadian serupa juga menimpa pada seorang pengusaha sekaligus politikus, penampilan pakaian olahraga yang menonjolkan bagian vital. Tak pelak nyir-nyiran/sindiran para nitizenpun merebak terlebih beliau salah satu calon gubernur dalam ajang pilkada 2017 mendatang. Kesalahan kecil tersebut dijadikan alat politik oleh lawan-lawannya untuk membully-nya.

Dua kejadian yang cukup memalukan tersebut mengingatkan kembali bagaimana pentingnya sebuah cermin. Dengan cermin tersebut bisa menilai seberapa pantaskah pakaian yang kita gunakan sebelum dilihat orang banyak terlebih lagi jikalau yang memakai adalah seorang publik figur yang akan jadi panutan bagi masyarakat.

Namun demikian pentingnya penampilan pakaian tubuh tak kalah penting juga pakaian hati, dengan bercermin akan menilai  bagaimana, seperti apa, apa saja cara bicara seseorang agar apa yang dikeluarkan dari mulutnya tidak menyinggung, tidak membuat salah sangka, prasangka negatif dan tidak membuat polemik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sudahkah kita lebih baik sebelum merendahakan orang lain dengan ucapan dan perilaku kita, sudahkah kita melihat noda hitam dimuka sendiri sebelum menunjuk noda hitam orang lain.

Sebuah hikmah yang tak diduga dari perilaku berlama-lamanya seorang wanita didepan cermin, yaitu agar penampilan dalam dan luar benar menyejukkan, orang kulon dengan kalimatnya mengatakan “Outer Beauty & Inner Beauty”.


TAGS   Budaya /