Coretan Penaku

Mendidik dengan Seni Budaya

18 Mar 2016 - 11:31 WIB

Pagi hari saat jalan-jalan menghirup udara segar tak sengaja aku temukan sebendel kertas tergeletak dijalan. Sesampainya dirumah aku teliti aku baca untuk mengetahui siapa pemiliknya. Sebendel kertas tersbut ternyata adalah sebuah laporan Penelitian Tindakan Kelas atau dikenal PTK yang dibuat oleh seorang guru. Tanpa mengindahkan kreatifitas sang guru dalam mencari format pengajaran yang relevan dengan kata seribu maaf PTK yang dia buat standard atau sudah umum kalau cari paman google pasti ketemu dan ada kesamaan.

Mencermati format pengajaran bagi siswa sekolah di Indonesia kenapa jarang aku temui atau mungkin tidak terlintas dalam benak pikiran mereka atau mungkin belun menemukannya sebuah sistem pengajaran dengan memanfaatkan seni budaya nusantara. Indonesia yang kaya akan ragam adat istiadat, seni amat disayangkan jikalau tidak dimanfaatkan serta melestarikannya.

Perilaku anak sekolah terpengaruh oelh beberapa hal apa yang mereka dengar dan apa mereka lihat dilingkungan rumah, sekolah dan lain-lain. Semakin banyaknya media elektronik menayangkan sinetron, musik, dan hiburan yang berbau luar negeri maka akan cenderung diikuti dan dijadikan trend dalam berperilaku. Media sangat berperan penting secara langsung dan tidak langsung terhadap karakter anak bangsa. Gaya hedonis, pergaulan bebas dan lain-lain muncul akibat menirukan apa-apa yang dia lihat pada media.

Amat diasayngkan media Indonesia tidak atau kurang menampilkan keanekaragaman budaya nusantara dengan format berbagai bentuk agar anak bangsa mengenal budayanya. Ada salah satu tayangan disebuah televisi yang mencoba mengutip sebuah seni nusantara, namun amat disayangkan karena motivasi hiburan dan mencari penonton sebanyak-banyaknya budaya yang ditampilkan malah justeru mengaburkan niali-nilai yang terkandung didalamnya.

Kasus masih hangat seorang artis dianggap melecehkan sila dari Pancasila sengaja atau tidak ini membuktikan bahwa kualitas tayangan televisi dinegeri amat memprihatinkan, money oriented yang mereka canangkan justeru merusak tatanan kehidupan berbangsa di negeri ini.

Mengingat kembali sejarah seorang penyebar agama islam dengan memanfaatkan seni budaya nusantara wayang kulit dalam mendidik keislaman bagi masyarakat saat itu. Contoh dari penyebar agama tersebut patut diterapkan diera sekarang ini ditengah semakin gencarnya globalisasi.

Pakaian bikini safari lebih trend diabanding kebaya dan batik , lagu regge lebih trend dibanding lagu melayu atau tembang jawa, dansa-dansi disko lebih trend dibanding tari remo, kecak, piring dan lain-lain. Bila hal tersebut tidak diantisipasi sejak dini aku jamin kelak negeri ini akan kehilangan jati diri budayanya.

Untuk butuh peran kita semua, media, orangtua, pemimpin, dan guru dalam memupuk kembali budaya-budaya tersebut sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak dinegeri ini. Yuk bapak ibu guru monggo dicari sebuah format pendidikan/pengajaran bagi anak didik dengan meneliti, mengupas seni budaya bangsa sebagai sarana pengajaran.

 

Woro-woro : Karakter Anak Terbentuk Dari Apa Yang Dia Lihat dan Dia Dengar, Mari berikan Filter Pada Mata dan Telinga Mereka.


TAGS   Budaya / Pendidikan /