Coretan Penaku

Lunturnya Nilai-nilai Luhur Pancasila

16 Feb 2017 - 07:27 WIB

Kesantunan adalah tata cara, adat, atau kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. kesantunan antara anak dan orangtua, antara orang yang masih muda dan orang yang lebih tua, antara tuan rumah dan tamu, antara pria dan wanita, antara murid dan guru, pemimpin dan rakytanya dan sebagainya.

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik ketika negara Indonesia didirikan sampai sekarang memasuki perkembangan global. Sebagai dasar negara tentulah pancasila harus menjadi acuan negara dalam menghadapi tantangan global dunia yang terus berkembang. Pancasila sebagi kepribadian bangsa merupakan ciri atau corak yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa yang lainnya. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila harus kita wujudkan dalam bertutur kata dan berperilaku kehidupan sehari-hari di manapun berada.

Amat disayangkan saat para Guru dan pendidik dilembaga pendidikan berjuang untuk mendidik siswa siswinya agar senantiasa berpeilaku, berucap, berbahasa sopan santun sebagai cerminan Pancasila, kita dengar kalimat dan kata-kata seperti berikut :

“Mau cepat benahi Jakarta, bakar setengah kota”

“Yang jual beli lahan pemerintah bajingan”

Bego, Bajingan, Bangsat, Taik kata-kata yang dikenal dengan bahasa Toilet justeru muncul dari ucapan pemimpin yang jadi panutan bagi warganya.

Ketidaksopanan seolah menjadi terbiasa ketika dilakukan dengan sebuah perilaku dengan mengacungkan “Jari Tengah” yang juga dilakukan seorang pemimpin.

Seolah tak mengakui dirinya telah berperilaku yang melanggar nilai-nilai Pancasila dengan jargon “kasar tapi tidak korupsi” sebagai alibi untuk menutupi keteledorannya. Padahal antara perilaku berbahasa dengan tindakan korupsi adalah dua kegiatan yang berbeda tempat dan ruang.

Korupsi muncul akibat beberapa unsur baik itu karena tergoda akan gelimangnya harta dan faktor lain, tak heran sebelum menjabat jujur setelah mendapat jabatan justeru melakukan perbuatan korupsi.

Berbeda dengan cara bertutur kata, berucap dan berperilaku adalah cerminan akhlak dari dirinya dalam kehidupan sehari-hari, dikeluarga atau juga dapat dilihat seperti apa teman bergaul mereka sehari-hari.

Pancasila bukan sekedar lima sila yang dihapal, atau bukan sekedar benda keramat kalau dilecehkan begitu dahsyatnya rasa membela, padahal tanpa sadar bentuk perilaku, berucap, berbahasa yang kasar, kotor adalah salah satu wujud pelecehan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Semoga dengan memahami nilai-nilai Pancasila, sebagai warga negara Indonesia senantiasa bisa menjaga perilaku, berucap dan berbahasa sopan santun sebagai cerminan perwujudan nilai-nilai Pancasila yang kita agungkan.

Jangan sampai yang berujar “ Bela Pancasila, Jaga Pancasila, Pancasila Harga Mati….” justeru merekalah yang sejatinya telah melecehkan Pancasila dengan perilaku berucap dan bertutur kata yang kotor dan kasar sehingga merusak nilai-nilai luhur Pancasila.


TAGS   Nilai Luhur / Pancasila / Adap / Sopan / Santun /