Coretan Penaku

Memupuk Rasa Pengabdian Yg Hilang

20 Feb 2017 - 08:15 WIB

Pengabdian, mengabdi seolah-olah hanya jadi jargon semata dan hanya ucapan seremonial saat sumpah jabatan diberbagai instansi pemerintahan. Sedikit kita tengok syai lagu padamu negeri :

Padamu negeri kami berjanji

Padamu negeri kami berbakti

Padamu negeri kami mengabdi

Bagimu negeri jiwa raga kami

Sebuah lagu yang diilhami masa perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajahan Belanda, Portugis, Jepang. Semangat pengabdian memberi yang terbaik bagi kemerdekaan bangsa dan negara dengan mengutamakan kesejahteraan bersama. Tak ada impian honor, gaji, jabatan, pangkat yang mereka impikan dalam perjuangan tersebut yang ada keikhlasan karena pengabdian tulus pada bangsa.

72 tahun yang lalu bentuk “Pengabdian” sejati yang kita lihat dari para pejuang kemerdekaan NKRI yang saat ini dalam tidur panjangnya sering mendengar, demo tuntutan honorarium, korupsi para pejabat pemerintahan, rebutan sebuah kursi jabatan dengan korbankan banyak harta hingga mempermainkan/melecehkan agama demi jabatan tersebut sebuah pemandangan yang bertolak belakang dari makna pengabdian yang sebenarnya.

Kalau kita buka kamus bahasa Indonesia Pengabdian sama artinya pelayanan. Adapun pengertian pengabdian lebih luas adalah bentuk pengorbanan kepada orang lain, bangsa atau pun tegaknya kebenaran dan keadilan.

Penegakkan hukum yang senantiasa berpihak pada yang bayar sehingga keadilan jadi rancu dan bertolak belakang, dimana yang benar malah hancur karena tak punya kuasa dan harta untuk memperoleh keadilan. Perilaku korupsi para pejabat dan praktek suap menyuap adalah contoh-contoh bentuk memudarnya makna pengabdian, menyimpangnya komitmen pengabdian yang diucapkan saat sumpah jabatan.

Tak heran pada saat dibukanya lowongan PNS, saat pemilihan legislative para calon pelamarnya membludak ibarat rebutan sebuah kue yang bernama profesi. Kedudukan yang seharusnya merupakan bentuk pengabdian pada bangsa dan negara berubah menjadi profesi yang kecenderungan untuk orientasi harta dan tahta.

Sebuah fenomena yang amat memprihatinkan dan harus dipupuk kembali rasa “Pengabdian” pada anak bangsa negeri ini terutama yang duduk diinstansi pemerintah dari mulai pegawai rendahan hingga jabatan tinggi, bahwa keudukannya adalah pengabdian bukan profesi ataupun mata pencaharian untuk menyambung hidup agar kinerja mereka benar-benar demi kepentingan bersama bukan demi kepentingan pribadi ataupun golongan.

Banyak sekali bentuk pengabdian yang bisa kita lakukan walaupun tidak memeiliki keudukan dipemerintahan . Bentuk pengabdian yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari hari sangat banyak seperti menolong orang yang terkena musibah, Ikut serta dalam kegiatan sosial, dan lain-lain . Namun pengabdian yang paling hakiki adalah pengabdian kepada Tuhan Pencipta Alam semesta.

Sebagai seorang warga negara Indonesia kita harus berperan sesuai kemampuan kita masing masing baik itu dilingkungan rumah, sekolah, maupun di masyarakat yang tentunya semua itu akan berguna di kemudian hari bagi diri sendiri, agama, bangsa dan Negara.


TAGS   Pengabdian / PNS / Jabatan /