Coretan Penaku

Agar Tuhan Tidak Bosan

21 Apr 2017 - 09:29 WIB

Mengutip satu bait lirik lagu Berita Dari Kawan karya Ebiet G Ade

Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita yang selalu
Salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Cuba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Patut jadi renungan kenapa akhir-akhir ini negeri ini selalu ada musibah dari mulai banjir hingga tanah longsor dengan membawa korban.

Bencana banjir bandang, jelas bukan ‘takdir’ Tuhan. Tapi, terkait erat dengan perbuatan yang dilakukan manusia. Banjir terjadi, karena daya dukung lingkungan yang rusak sehingga alam murka. Penebangan pohon secara brutal dan liar mengakibatkan hutan jadi gundul, pohon-pohon sebagai penahan dan penyerap air hujan habis.

Banjir dan longsor dari tahun ke tahun terus meningkat. Meningkatnya banjir dan longsor tersebut tidak lepas dari faktor alam dan manusia.Walupun ada faktor alam seperti peubahan iklim namun faktor manusia lebih dominan. Faktor manusia adalah degradasi lingkungan dan tingginya kerentanan sehingga risiko bencana juga meningkat.

Mungkin Tuhan mulai bosan ?

Tidak perlu bertanya pada rumput bergoyang yang saat ini jarang kita temui dikota-kota besar, namun bertanya pada diri kita karena perilaku kitalah penyebab Tuhan mulai bosan dan alam tak bersahabat dengan kita.

Menyadari demikian hendaknya kita berfikir bagaimana agar Tuhan tidak bosan ?, perilaku sepele kita tanpa kita sadari akan berakibat fatal. Masih kita lihat membuang sampah seenaknya walau satu bungkus camilan jika yang membuang ribuan orang maka akan menjadi tumpukan sampah. Aliran sungai yang tersumbat akibat sampah-sampah rumah tangga serta pudarnya rasa gotong royong dalam membersihkan lingkungan adalah sebuah faktor yang harus diperbaiki.

Tak jarang kita jumpai slogan “Bersih itu bagian dari Iman” namun amat sayang hanya slogan yang terpampang pada baleho semata tidak terpatri dalam sanubari pembacanya sehingga budaya hidup kurang bersih masih tetap saja berlangsung.

Mulai dari diri sendiri budayakan hidup bersih, mencintai alam dengan menanami lahan kosong tanaman yang bermanfaat. Memupuk kembali budaya gotong-royong membersihkan lingkungan. Adalah bentuk perilaku yang akan membuat Tuhan tidak bosan dan alam senantiasa bersahabat dengan kita.


TAGS   Moral / Kebersihan / Bencana /