Coretan Penaku

Ketika Agama Jadi Korban

2 Jun 2017 - 08:05 WIB

Agama ada tercipta ataupun diciptakan tujuan utama adalah untuk membuat kedamaian dan kesejahteraan pada suatu kelompok masyarakat baik itu dari tingkat paling kecil keluarga hingga sebuah negara. Dengan agama rujukan hidup bermasyarakat hingga hukum tertinggi diatas hukum-hukum yang ada disebuah kelompok. Tuntunan dan hukum agama tersebut merupakan ending terakhir bagi umat manusia dalam mempertanggungjawabkan segala perbuatannya didunia.

Kalau kita jernih dan melihat sejarah kebelakang para tokoh, manusia atau dikenal dengan Rasul pembawa risalah agama adalah orang-orang pilihan yang mempunyai sifat dan perilaku yang baik dan kecenderungan dari orang-orang yang sederhana dalam kehidupan ekonominya. Sebagai contoh pembawa risalah Islam Rasulullah Muhammad saw adalah bermula dari seorang yatim piatu, hidupnya sederhana namun berperilaku jujur, amanah,benar. Tak begitu jauh dengan pembawa risalah nasrani ada Isa putera maryam adalah seorang yang sederhana, jujur, amanah, benar. Disisi lain kita juga bisa melihat sosok Sidharta Gautama yang rela meninggalkan harta dan kekuasaan demi mencari dan menebarkan kedamaian dimuka bumi.

Beberapa waktu yang lalu ada sedikit kericuhan di Papua yang dipicu oleh isu pembakaran sebuah kitab suci agama tertentu. Hal yang sama perlakuan orang tertentu terhadap kitab suci dijadikan sebagai bahan baku pembuatan petasan namun kita patut bersyukur tak ada kericuhan yang ditimbulkannya. Ini adalah bukti umat manusia cinta dan butuh akan sebuah agama.

Akan tetapi akhir-akhir ini agama justeru dijadikan korban atas perilaku manusia, agama dijadikan alat untuk kepentingan dirinya dan begitu pula agama dijadikan kambing hitam atas ulah manusia. Banyak pelaku teror menjadikan agama sebagai alibi untuk melakukan terorisme, sedangkan ajaran agama melarang perbuatan tersebut ini dikarenakan mereka mengambil sebagian ajaran agama dan menyembunyikan yang lainnya. Upaya mendiskreditkan agama tertentu dengan mencari celah dari ajaran agama tersebut untuk dipojokkan dan dihubungkan dengan perbuatan seseorang yang justeru ditentang oleh agama.Upaya mendiskreditkan agama dengan memberi label a,b,c,d…bla bla juga demi kepentingan kekuasaan semata.

Padahal belum pernah kita dengar dari kisah-kisah pembawa risalah agama tersebut membawa pesan-pesan untuk membuat kerusuhan, teror demi meraih kekuasaan. Yang mereka bawa adalah risalah menebar kedamaian, kesejahteraan, keadilan dan kebahagian bagi umat manusia dimuka bumi.Umat penganutnya saja yang membawa nama risalah agama untuk dibenturkan satu sama lain demi meraih tujuan serta kepentingan dirinya dan golongannya. Sehingga prinsip kedamaian para pembawa risalah agama terabaikan dan agama jadi korban oleh ulah manusia itu sendiri.


TAGS   Agama / Risalah /