Coretan Penaku

Ketika Anak Negeri Tak Dianggap

1 Aug 2017 - 09:29 WIB

Masih tergiang ditelinga kita beberapa seni budaya Nusantara diklaim oelh negara asing sebagai seni budaya milik negerinya. Salah satu penyebab diklaimnya seni budaya tersebut karena kita sebagai anak bangsa sudah mulai luntur untuk mencintai dan melestarikannya sendiri.

Saat tengah perlunya kembali mencintai seni budaya nusantara yang terbalut dalam keanekaragaman dan kebhinneka tunggal ika-an negara kesatuan republik Indonesia yang mencerminkan beragam aneka macam seni budaya yang patut diacungi jempol , terdengar sebuah berita yang memprihatinkan, justeru kalangan elite pemerintahan saat ini cenderung lebih mempopulerkan budaya asing daripada seni budaya anak negeri.

“SNSD dan Revolusi yang Belum Selesai” sebuah kolom berita didetik.com yang coba mengkritisi ide terhadap acara tersebut. Seperti kita ketahui grup SNSD ini bertarip mahal, serta grup cewek ini lebih suka pamer paha yang bertolak dengan budaya nusantara yang memegang teguh prinsip ketimuran yang sopan dan santun.

Terlebih ini ajang Asian Game Indonesia sebagai tuan rumah atau penyelenggara, sejatinya merupakan peluang untuk mengenalkan, mempromosikan, mempublikasikan beraneka ragam seni budaya Nusantara kepada para peserta asian game kepada pengunjung acara tersebut bahwa NKRI kaya seni budaya yang indah sehingga mendorong investasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Disaat negara dengan hutang menumpuk hingga triyulnan rupiah sebauh pertanyaan kenapa habiskan uang untuk mempromosikan grup panyanyi asal negeri seberang daripada mempromosikan seni budaya nusantara dan penyanyi anak negeri yang berjibun ? Indonesia punya Raisa yang suaranya merdu, ada Iwan Fals dan Slank yang vokal dalam bernyanyi, ada grup kulintang & angklung, ada bermacam-macam sanggar tari tradisional diberbagai daerah.

Sebuah dilema dari sebuah kenyataan yang sedikit membuktikan jargon “Bhinneka Tunggal Ika” yang sering dikoar-koarkan hanya sekedar hangat-hangat tahi ayam atau hanya sekedar pemanis bibir semata untuk mengelabui rakyat, sementara tindakan riil bertolak belakang dengan apa yang kita dengar dari mulut mereka.

Wujud dan bukti nasionlisme patut dipertanyakan pada orang-orang yang punya ide dan mendukung ide mengundang SNSD untuk acara kenegaraan dan acara internasional, sebab mereka lebih suka budaya asing daripada anak negeri sendiri.

Sedikit coretan tajam dihari ini semoga jadi renungan…..


TAGS   seni / SNSD / Asian Game / HUT RI / #anaknegeritakdianggap /