Coretan Penaku

  • Opini / Coretan Opini /
    2 Jun 2017

    Ketika Agama Jadi Korban

    Agama ada tercipta ataupun diciptakan tujuan utama adalah untuk membuat kedamaian dan kesejahteraan pada suatu kelompok masyarakat baik itu dari tingkat paling kecil keluarga hingga sebuah negara. Dengan agama rujukan hidup bermasyarakat hingga hukum tertinggi diatas hukum-hukum yang ada disebuah kelompok. Tuntunan dan hukum agama tersebut merupakan ending terakhir bagi umat manusia dalam mempertanggungjawabkan segala perbuatannya didunia. Kalau kita jernih dan melihat sejarah kebelakang para tokoh, manusia atau dikenal dengan Rasul pembawa risalah agama adalah orang-orang pilihan yang mempunyai sifat dan perilaku yang baik dan kecenderungan dari orang-orang yang sederhana dalam kehidupan ekonominya. Sebagai contoh pembawa risalah Islam Rasulullah Muhammad saw adalah bermula dari seorang
  • Coretan Opini /
    5 Apr 2016

    Antara Reklamasi & Pulau Tak terurus

    Gonjang –ganjing reklamasi pantai Jakarta yang berujung tertangkapnya pelaku suap demi kepentingan kelancaran mengeruk duit dari program reklamasi pantai tersebut. Membuat miris terlebih lagi reklamasi program peninggalan orde baru tersebut hanya menguntng oknum tertentu dengan dampak yang tidak diperhitungkan kerusakan lingkungan dan menghilangkan mata pencaharian para warga disekitar pantai yang berfprofesi sebagai nelayan. Polemik tentang landasan hukum ijin pelaksanaan reklamasi antara berbagai pihak, pemprov DKI, DPRD DKI, Lembaga Bantuan Hukum, Menteri Kelautan menjadi ajang debat yang tak tentu arah serta usainya entah kapan sementara pihak pemegang proyek reklamasi berjalan tanpa hiraukan polemik mereka, walaupun apa yang mereka kerjakan diduga ilegal. Kebenaran perihal ke
  • Budaya / Coretan Opini /
    21 Mar 2016

    Pesantren Bukan Untuk Anak Nakal

    Dua kutipan singkat berita detik berikut ini miris namun patut dicerna untuk diambil hikmahnya, adapun kutipan berita tersebut adalah sebagai berikut : Bahaya narkoba terus membayangi kehidupan di Indonesia. Bahkan menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso narkoba sudah disalahgunakan hingga lingkup pesantren. “Narkotika sudah masuk ke kalangan santri terutama di daerah Jatim. Santri, dia zikir dari pagi ke pagi pakai ekstasi, bukan cuma santrinya tapi kyainya juga,” ungkap Komjen Budi di kantornya, Jl MT Haryono, Cawang, Jaktim, Jumat (4/3/2016). Sumber : http://news.detik.com/berita/3157946/komjen-buwas-saat-ini-ada-ekstasi-dipakai-zikir-di-pesantren Melanggar disiplin, seorang santri Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Desa Denanyar, Kecamatan Kota Jombang tewas s
  • Coretan Opini /
    16 Feb 2016

    Korupsi Bukan Budaya

    Membaca berita demo menentang revisi UU KPK yang dimuat new.detik.com ada beberapa poster dengan tulisan yang patut dicermati, beberapa tulisan tersebut berbunyi antara lain : “ Cukup Foya-foya dengan uang rakyat “ “Cukup Pembiaran perampasan sumber daya alam” “Cukup Koruptor kebal hukum” “Cukup Pelemahan Institusi Hukum” “Cukup Wariskan Budaya Korupsi” Dari berbagai tulisan diatas ada kalimat Cukup Wariskan Budaya Korupsi yang menjadi tanda tanya sekaligus untuk ditelaah makna dan urgensinya. Kalimat tersebut mengungkapkan betapa dahsyatnya perilaku korupsi dinegeri ini sehingga ada menganggap sebuah budaya yang diwariskan. Mungkin ini dikarenakan patah tumbuh bagai jamur dimusim hujan perilaku korupsi, koruptor satu ditangkap
  • Coretan Opini /
    9 Feb 2016

    Menghapus Kesenjangan

    Soal pro kontra proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung patut dicermati, dan dikritisi oleh siapa saja yang berstatus WNI karena permasalahan tersebut menyangkut hidup orang banyak. Urgentsi pembangunan kereta cepat yang kebetulan dimenangkan oleh perusahaan dari China ini yang perlu ditanyakan, walaupun modal yang dipakai adalah milik investor dan sebagian BUMN. Madarat dan Maslahat dari rencana pembangunan kereta cepat tersebut yang perlu dikaji, alasan agar Jakarta-Bandung bisa ditempuh dengan cepat atau mengurangi kemacetan toh telah ada jalur cepat Jalan Tol Cipularang, jalur Puncak Jakarta-Bandung, atau menggunakan pesawat udara. Selain itu perlu dicermati juga dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pembangunan kereta cepat tersebut bagi masyarakat setempat dan sarana
  • Budaya / Coretan Opini /
    1 Feb 2016

    Memupuk Budaya Makan

    Beberapa waktu yang lalu Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meminta agar rakyat miskin diet dan kurangi makan. Gurauan Puan ini kemudian menjadi polemik. Puan dinilai tidak peka terhadap situasi dan kondisi rakyat miskin. Diet kata-kata yang sulit muncul dikalangan rakyat miskin, sebab bagi mereka rasa lapar mereka alami setiap waktu tanpa harus diet demi melangsingkan tubuh. Terlepas dari kontroversi ucapan menteri tersebut ada sebuah permasalahan besar yang dihadapi rakyat negeri ini yaitu permasalahan pangan yang belum terpenuhi dinegeri yang tanahnya subur ini sehingga import dilakukan guna memenuhi sebuah kata “beras”. Beras menjadi salah satu makanan utama rakyat Indonesia yang sulit tergantikan hingga menjadi sebuah gengsi dan bentuk status ekonomi
  • Coretan Politik / Coretan Opini /
    5 Jan 2016

    Memaknai kecebong dan kodok didunia Politik

    Kodok dan kecebong dua kata yang lagi booming didunia maya terutama sejak cuitan anak presiden mengomentari foto ayahnya di papua beberapa hari ini. Kecebong adalah hewan bakal jadi kodok ketika besar dalam dunia nyata, namun dalam dunia perpolitikan kecebong merupakan sebutan untuk para pengkritis presiden dalam membuat kebijakannya yang lebih dikenal dengan istilah hatter. Para hatters presiden inilah yang dijuluki sebagai kecebong tersebut. Dalam tulisan ini saya coba memaknai fenomena kecebong dan kodok, beberapa waktu lalu setelah melakukan kunjungannya di Papua presiden RI Jokowi membeli beberapa ratus burung untuk dibebaskan di sekitar istana Bogor, tak ketinggalan pula beliau juga melepas ratusan ekor kodok pada kolam-kolam sekitarnya. Tujuan pelepasan kodok tersebut adalah untuk
  • Coretan Opini /
    18 Jun 2015

    Ada Apa Dengan Ramadlan ?

    Ada apa dengan Ramadlan ? pertanyaan ini mucul setiap bulan Ramadlan terjadi sebuah fenomena ekonomi yang diluar dugaan. Jelang Ramadlan, saat Ramadlan hingga jelang hari raya Idul Fitri, selalu diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok akibat naiknya permintaan. Sebuah fenomena yang bertolak belakang dengan tujuan utama dari puasa. Puasa Ramadlan adalah ibadah dimana pada hari itu umat dilatih untuk menahan segala hawa nafsu, dari mulai menahan lapar, nafsu seksual, amarah dan pada bulan tersebut dianjurkan untuk banyak-banyak bersedekah. Rasa lapar dari pagi hingga petang sebagai bentuk merasakan bagaimana rasa laparnya kaum papa yang setiap harinya. Dengan latihan sebulan penuh tersebut diharapkan kelak pasca Ramadlan, yang kaya menjadi dermawan, yang kuasa menjadi rendah hati, y
  • Coretan Opini /
    12 Jun 2015

    Kapan negara sejahterakan anak ?

    Berita tragis kematian bocah kecil yang manis imut Angeline selain membuat tangis rasa duka yang dalam juga membuat saya bertanya dalam hati Kapan Negara Sejahterakan Anak ? .Sebuah pertanyaan yang relevan karena negara berkewajiban menjaga rakyatnya dari sejak ada hingga usia tua. Angeline-angeline dinegeri ini amatlah banyak dan bisa jadi nasib mereka akan sama bila tidak ada langkah yang serius dan signifikan pada mereka. Bukan rahasia umum ketika sebuah peristiwa telah terjadi ramai-ramai saling menyalahkan dan tidak ada yang mau berkaca untuk dicarikan solusi terbaik. Selama ini tidak ada keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan khusus bagi anak, ini terlihat dari departemen bentukan pemerintah tidak ada satupun departemen yang mengurusi, melindungi, meningkatkan kese
  • Coretan Opini /
    30 Apr 2015

    Antara Maryjane dan Marijuana

    Maryjane nama yang lagi ramai dibicarakan diberbagai media massa detik-detik ini. Wanita seorang napi narkoba yang telah dijadwalkan dieksekusi mati beberapa puluh jam yang lalu, lolos dari bidikan senapan regu tembak malam itu. Kegigihan pemerintah Negara Maryjane berasal berhasil menunda nyawa Maryjane. Saya tidak mau berpolemik terlalu jauh mengenai hukuman mati antara hak asasi manusia dan penegakkan hukum guna melindungi generasi bangsa dari perilaku kejahatan narkoba tersebut. Tak dapat dipungkiri hukuman mati memang langkah yang memutus hak hidup seseorang akan tetapi kita juga tidak boleh menutup mata banyak korban mati akibat peredaran narkoba yang sebelumnya dimulai dengan penderitaan sakau, sakit jiwa hingga bunuh diri atas kematian korban narkoba.Yang menarik dari kasus Maryja

Author

Djoen.ID

Coretan Terbaru

Yang Corat Coret