Coretan Penaku

  • Opini /
    7 Sep 2017

    Inikah Enaknya Jadi PNS

    Resmi, 61 Instansi Pemerintah Buka 17.928 Lowongan CPNS sebuah berita bagai buah durian yang runtuh. Para lulusan sekolah menengah atas hingga lulusan perguruan tinggi disibukkan untuk mengurus dan mempersiapkan berbagai macam persyaratan agar dapat diterima sebagai PNS diinstansi terkait. Jumlah pelamar lebih banyak 5 hingga 10 kalilipat dari jumlah peluang jabatan yang disediakan. Tak ayal para peserta harus kerjakeras secara fisik, fikiran hingga materi agar dapat lolos dan lulus diterima sebagai PNS. Ketatnya persaingan tersebut memunculkan ide-ide negatif yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan. Janji dapat diterima dengan syarat setor sejumlah uang, memakai  dan membayar joki agar lulus ujian, atau melobi para pihak yang berwenang terhadap proses pere
  • Opini /
    30 Aug 2017

    Gulaku Rasanya Masih Manis

    Saat ini masa giling pada industri gula atau pabrik gula yang dikelola PTPN maupun swasta telah memasuki akhir-akhir masa giling seiring mulai berkurangnya tebu dilahan petani. Pada saat ini pula gula-gula para petani mulai jadi dan siap untuk dipasarkan dengan harapan petani tebu mendapatkan hasil dari jerih payahnya menanam selama kurang lebih 6 bulan. Kalau kita mau sedikit turun dan menengok betapa sengasaranya para petani dalam proses penanaman tersebut tentu akan iba ketika mereka akan menikmati hasil jerih payahnya malah seolah-olah dihambat oleh pemerintah sendiri dengan alibi gula kurang putih, gula tidak memenuhi standard SNI bla bla bla yang ujung-ujungnya hanya cara untuk cari alasan import gula dari luar negeri demi kepentingan segelintir orang pengusaha importir gula. Dite
  • Politik / Opini /
    22 Aug 2017

    Saat Pemilik Harta Dituduh Mencuri Hartanya

    Indonesia 72 tahun yang lalu seakan-akan menjadi Negara yang terbangun setelah ratusan tahun tertidur pulas karena dijajah oleh Negara-negara yang ingin mengusai kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Negara Indonesia tercinta ini terbangun saat ada ramuan kata “Proklamasi’ yang dibacakan oleh sang “Proklamator” yaitu Ir. Sukarno dan Moh Hatta. Memperingati kemerdekaan RI dengan Proklamasinya yang ke 72 tahun bukan sekedar berbusana tardisional sekaligus memberikan hadiah sepeda pada pejabat, menteri yang berbusana tradisional terbaik tanpa sadar malah menambah anggaran peringatan HUT RI ditengah hutang negara yang kian menggunung. Seharusnya kita sebagai warga Negara Indonesia sangat bangga dan mengenang kembali sosok Bung Karno salah satu pahlawan Neg
  • Opini /
    16 Aug 2017

    Bijak Menikmati Kemerdekaan

    72 tahun Indonesia telah merdeka, selama selang 72 tahun tersebut para pejuang kemerdekaan mulai terkikis oleh jaman, satu demi satu gugur dan tidur panjang dengan damai ditanah negeri yang mereka perjuangkan. Namun masih juga kita jumpai para veteran perang yang usianya sudah senja masih dikasih umur panjang untuk menikmati kemerdekaan yang mereka raih. Sederhana apa adanya bahkan hingga ada kehidupan ekonominya yang kekurangan, namun mereka tetap tabah dan berusaha tetap tersenyum. Ketabahan dan kesederhanaan inilah yang patut kita teladani dari para pejuang tersebut untuk dijadikan pedoman dalam menikmati dan mengisi kemerdekaan yang mereka  perjuangkan dengan taruhan harta dan nyawa. Tak pernah terdengar mereka demo minta kenaikan uang santunan yang diberikan pemerintah walau tak
  • Opini / Sosial /
    24 Jul 2017

    Kapan Aku Bahagia ?

    Setiap tanggal 23 juli diperingati sebagai hari anak nasional untuk mengingatkan kembali  bahwa ada anak-anak dinegeri ini yang kelak merupakan pewaris negeri ini. Peringatan tersebut bukan hanya sekedar hura-hura dengan menghabiskan banyak biaya untuk memggembirakan anak-anak dihari itu saja. Moment peringatan hari anak nasional ini justeru untuk membuka mata hati kita semua anak bangsa bagaimana agar mereka bahagia dinegeri tercinta yang telah merdeka ini, sehingga mereka turut menikmati kemerdekaan. Sebab masih banyak anak-anak dinegeri ini yang belum bebas merdeka apalagi senyum bahagia. Tak jarang kita dengar berita anak-anak jadi korban kekerasan orangtua, jadi korban pembunuhan, korban pedofilia, korban konflik, korban bullying, korban teknologi, korban politik hingga korban
  • Opini / Coretan Opini /
    2 Jun 2017

    Ketika Agama Jadi Korban

    Agama ada tercipta ataupun diciptakan tujuan utama adalah untuk membuat kedamaian dan kesejahteraan pada suatu kelompok masyarakat baik itu dari tingkat paling kecil keluarga hingga sebuah negara. Dengan agama rujukan hidup bermasyarakat hingga hukum tertinggi diatas hukum-hukum yang ada disebuah kelompok. Tuntunan dan hukum agama tersebut merupakan ending terakhir bagi umat manusia dalam mempertanggungjawabkan segala perbuatannya didunia. Kalau kita jernih dan melihat sejarah kebelakang para tokoh, manusia atau dikenal dengan Rasul pembawa risalah agama adalah orang-orang pilihan yang mempunyai sifat dan perilaku yang baik dan kecenderungan dari orang-orang yang sederhana dalam kehidupan ekonominya. Sebagai contoh pembawa risalah Islam Rasulullah Muhammad saw adalah bermula dari seorang
  • Opini / Ramadhan / Sosial /
    26 May 2017

    Ramadhan Cegah Radikalisme

    Radikalisme muncul jelang ramadhan 1438 H, sebuah bom meledak disikitar pemukiman warga. Negeri ini memang sedang dihinggapi Radikalisme, ada dua Radikalisme yang sedang bercokol di NKRI tercinta. Yang pertama Radikal Sekulerisme dan Radikal Terorisme, dua radikal yang muncul dengan alasan berbeda namun keduanya merupakan ancaman bagi bangsa. Radikal Sekulerisme kecenderungan dilakukan oleh orang-orang yang berduit, dengan uang yang mereka miliki, dikuasailah media, politik guna menyebarkan sekulerismenya termasuk salah satunya upaya meredam sila satu Pancasila dengan jargon pisahkan “agama dan politik”. Radikal sekulerisme gerakannya masif namun tak terlihat sebab yang mereka lakukan dengan cara cukup cerdas. Radikal Terorisme radikal yang muncul dari golongan tertentu yang m
  • Politik / Opini /
    26 Apr 2017

    Gagalnya "Hujan Sembako" wujud Revolusi Mental

    “Revolusi Mental” merupakan jargon yang diusung presiden terpilih Joko Widodo sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014. Namun, tak banyak penjelasan konkret muncul atas frasa itu. “Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.” “Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih bersih dari perilaku korupsi suap dalam meraih sebuah keinginan, berkemauan baja, berjiwa api yang menyala-nyala.” gambar : CNN Indonesia Gerakan revolusi mental terbukti berdampak positif terhadap perilaku masyarakat dalam moment politik. Politik Sembako atau yang dikenal dimedia dengan sebutan “Hujan
  • Opini / Sosial /
    24 Mar 2017

    Membuka Dialog Hati

    Beberapa hari yang lalu terdengar berita miris meninggalnya ibu Patmi karena jantung, petani yang berjuang menolak pembangunan pabrik semen yang bisa mengancam masa depan matapencaharian mereka sebagai petani demi menyambung hidup dan membesarkan anak-anaknya. Kejadian penolakan pembangunan industri bukan hanya terjadi pada satu tempat saja namun ada diberbagai daerah di Indonesia dengan alasan sama masa depan mereka ketika industri atau program pembangunan lain mengancam mata pencaharian mereka. Mereka kawatir tak dapat memanen padi lagi saat industri tersebut berdiri karena dampak negatif yang berupa limbah dan polusi serta berkurangnya lahan pertanian. Lahan pertanian yang mereka rawat sejak kecil dengan menanami berbagai macam tanaman dari mulai padi, jagung, palawija merupakan kebu
  • Opini / Sosial / Budaya /
    20 Feb 2017

    Memupuk Rasa Pengabdian Yg Hilang

    Pengabdian, mengabdi seolah-olah hanya jadi jargon semata dan hanya ucapan seremonial saat sumpah jabatan diberbagai instansi pemerintahan. Sedikit kita tengok syai lagu padamu negeri : Padamu negeri kami berjanji Padamu negeri kami berbakti Padamu negeri kami mengabdi Bagimu negeri jiwa raga kami Sebuah lagu yang diilhami masa perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajahan Belanda, Portugis, Jepang. Semangat pengabdian memberi yang terbaik bagi kemerdekaan bangsa dan negara dengan mengutamakan kesejahteraan bersama. Tak ada impian honor, gaji, jabatan, pangkat yang mereka impikan dalam perjuangan tersebut yang ada keikhlasan karena pengabdian tulus pada bangsa. 72 tahun yang lalu bentuk “Pengabdian” sejati yang kita lihat dari para pej

Author

Djoen.ID

Coretan Terbaru

Yang Corat Coret