Coretan Penaku

  • Opini /
    10 Nov 2017

    Tapak Tilas Perjalanan Bathin Pahlawan

    Hari ini 10 Nopember , puluhan tahun yang lalu arek-arek Suroboyo dipimpin Bung Tomo berjuang mati-matian untuk mengusir penjajah dari kota Surabaya. Kota Surabaya banjir darah para pejuang tersebut, dikenallah kini sebagai hari Pahlawan dan ditetapkannya kota Surabaya sebagai kota Pahlawan. Hari ini juga kita sebagai anak bangsa dianjurkan untuk sejenak melaungkan waktu untuk mengheningkan cipta, mengenang dan mendoakan para pejuang tersebut. Walau masih ada rasa enggan kita untuk melakukannya ditengah kesibukan kita hari ini. Selain upacara bendera peringatan hari Pahlawan 10 november juga diadakan gerak jalan “mojokerto-Surabaya “ sebagai wujud napak tilas mengenang perjalanan para pejuang dari berbagai daerah menuju dan bersatu padu di kota Surabaya untuk mengusir penjaj
  • Opini /
    25 Oct 2017

    Haruskah tes jenis kelamin sebelum mempelai menikah ?

    Beberapa ribu detik yang lalu ada sebuah berita yang mengejutkan sekaligus memprihatinkan. “ Seorang laki-laki berpura-pura menjadi seorang wanita dan dinikahi seorang pria disebuah kabupaten di Jawa Timur”. Memprihatinkannya wanita jadi-jadian tersebut dinikahi seorang laki-laki yang secara resmi  di Kantor Urusan Agama. Aparat intansi berucap melihat wajah fisik semata dengan mengatakan saat menikahkan wajahnya cantik seperti wanita asli. Sebuah alasan yang cukup bisa dimaklumi namun jkusteru menunjukkan kelemahan kinerjanya sebagai aparat institusi yang bertanggungjawab atas berjalannya kehidupan bermasyarakat. Sebuah pertanyaan memprihatinkan. KUA koq bisa kebobolan mereka menikahkan sesama jenis ada apa ? imets publik akan terkesan negatif terhadap institusi pemerint
  • Opini /
    18 Oct 2017

    Reklamasi Hijau

    Pribumi…..pribumi….pribumi satu kata yang lagi Booming saat ini setelah ada pidato perdana Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu. Pro kontra bermunculan hingga ada yang berniat memeja hijaukan, padahal bukan hanya Anies saja yang pernah ucapkan satu kata “Pribumi” Megawati, Jusuf Kalla, Jokowi hingga menteri Susi juga melakukan hal yang sama. Dalam pidato Anies kata “Pribumi” dikaitkan dengan “Kolonialisme” atau masa penjajahan Belanda dimana saat itu banyak rakyat jelata kaum Pribumi atau kaum Marhaen dikata Bung Karno banyak tertindas. Sebagai orang awam politik saya membaca statement dalam pidato Anies tersebut sangat berhubungan dengan kedudukan beliau sebagai orang nomor satu di Jakarta. Sejak awal Anies kontr
  • Opini /
    25 Sep 2017

    Aturan Yang Mendidik Bukan Aturan Yang Menghukum

    Kalau kita membaca isi 36 pasal pelanggaran berdasarkan UU No 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menjadi bentuk pelanggaran paling umum dilakukan. Besaran denda dimulai dari Rp 250.000 sampai Rp 1 juta dengan pidana kurungan mulai satu bulan sampai empat bulan. Denda dan hukuman tersebut dipandang tidak relevan dengan tujuan utama dari kebijakan tersebut, yang justeru terkesan hanya untuk mengejar kumpulan pundi-pundi uang dari denda tersebut. Ketaatan berlalu lintas dari mulai perlengkapan kendaraan, surat-surat, hingga pemakaian helm tujuan utamanya adalah demi kenyamanan dan keselamatan pengendara itu sendiri serta pengendara lain yang berhubungan dengan aktivitas dijalan raya. Pengendara tersebut mengendarai kendaraan milik sendiri bukan hasil tindakan pidana,
  • Opini /
    7 Sep 2017

    Inikah Enaknya Jadi PNS

    Resmi, 61 Instansi Pemerintah Buka 17.928 Lowongan CPNS sebuah berita bagai buah durian yang runtuh. Para lulusan sekolah menengah atas hingga lulusan perguruan tinggi disibukkan untuk mengurus dan mempersiapkan berbagai macam persyaratan agar dapat diterima sebagai PNS diinstansi terkait. Jumlah pelamar lebih banyak 5 hingga 10 kalilipat dari jumlah peluang jabatan yang disediakan. Tak ayal para peserta harus kerjakeras secara fisik, fikiran hingga materi agar dapat lolos dan lulus diterima sebagai PNS. Ketatnya persaingan tersebut memunculkan ide-ide negatif yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan. Janji dapat diterima dengan syarat setor sejumlah uang, memakai  dan membayar joki agar lulus ujian, atau melobi para pihak yang berwenang terhadap proses pere
  • Opini /
    30 Aug 2017

    Gulaku Rasanya Masih Manis

    Saat ini masa giling pada industri gula atau pabrik gula yang dikelola PTPN maupun swasta telah memasuki akhir-akhir masa giling seiring mulai berkurangnya tebu dilahan petani. Pada saat ini pula gula-gula para petani mulai jadi dan siap untuk dipasarkan dengan harapan petani tebu mendapatkan hasil dari jerih payahnya menanam selama kurang lebih 6 bulan. Kalau kita mau sedikit turun dan menengok betapa sengasaranya para petani dalam proses penanaman tersebut tentu akan iba ketika mereka akan menikmati hasil jerih payahnya malah seolah-olah dihambat oleh pemerintah sendiri dengan alibi gula kurang putih, gula tidak memenuhi standard SNI bla bla bla yang ujung-ujungnya hanya cara untuk cari alasan import gula dari luar negeri demi kepentingan segelintir orang pengusaha importir gula. Dite
  • Politik / Opini /
    22 Aug 2017

    Saat Pemilik Harta Dituduh Mencuri Hartanya

    Indonesia 72 tahun yang lalu seakan-akan menjadi Negara yang terbangun setelah ratusan tahun tertidur pulas karena dijajah oleh Negara-negara yang ingin mengusai kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Negara Indonesia tercinta ini terbangun saat ada ramuan kata “Proklamasi’ yang dibacakan oleh sang “Proklamator” yaitu Ir. Sukarno dan Moh Hatta. Memperingati kemerdekaan RI dengan Proklamasinya yang ke 72 tahun bukan sekedar berbusana tardisional sekaligus memberikan hadiah sepeda pada pejabat, menteri yang berbusana tradisional terbaik tanpa sadar malah menambah anggaran peringatan HUT RI ditengah hutang negara yang kian menggunung. Seharusnya kita sebagai warga Negara Indonesia sangat bangga dan mengenang kembali sosok Bung Karno salah satu pahlawan Neg
  • Opini /
    16 Aug 2017

    Bijak Menikmati Kemerdekaan

    72 tahun Indonesia telah merdeka, selama selang 72 tahun tersebut para pejuang kemerdekaan mulai terkikis oleh jaman, satu demi satu gugur dan tidur panjang dengan damai ditanah negeri yang mereka perjuangkan. Namun masih juga kita jumpai para veteran perang yang usianya sudah senja masih dikasih umur panjang untuk menikmati kemerdekaan yang mereka raih. Sederhana apa adanya bahkan hingga ada kehidupan ekonominya yang kekurangan, namun mereka tetap tabah dan berusaha tetap tersenyum. Ketabahan dan kesederhanaan inilah yang patut kita teladani dari para pejuang tersebut untuk dijadikan pedoman dalam menikmati dan mengisi kemerdekaan yang mereka  perjuangkan dengan taruhan harta dan nyawa. Tak pernah terdengar mereka demo minta kenaikan uang santunan yang diberikan pemerintah walau tak
  • Opini / Sosial /
    24 Jul 2017

    Kapan Aku Bahagia ?

    Setiap tanggal 23 juli diperingati sebagai hari anak nasional untuk mengingatkan kembali  bahwa ada anak-anak dinegeri ini yang kelak merupakan pewaris negeri ini. Peringatan tersebut bukan hanya sekedar hura-hura dengan menghabiskan banyak biaya untuk memggembirakan anak-anak dihari itu saja. Moment peringatan hari anak nasional ini justeru untuk membuka mata hati kita semua anak bangsa bagaimana agar mereka bahagia dinegeri tercinta yang telah merdeka ini, sehingga mereka turut menikmati kemerdekaan. Sebab masih banyak anak-anak dinegeri ini yang belum bebas merdeka apalagi senyum bahagia. Tak jarang kita dengar berita anak-anak jadi korban kekerasan orangtua, jadi korban pembunuhan, korban pedofilia, korban konflik, korban bullying, korban teknologi, korban politik hingga korban
  • Opini / Coretan Opini /
    2 Jun 2017

    Ketika Agama Jadi Korban

    Agama ada tercipta ataupun diciptakan tujuan utama adalah untuk membuat kedamaian dan kesejahteraan pada suatu kelompok masyarakat baik itu dari tingkat paling kecil keluarga hingga sebuah negara. Dengan agama rujukan hidup bermasyarakat hingga hukum tertinggi diatas hukum-hukum yang ada disebuah kelompok. Tuntunan dan hukum agama tersebut merupakan ending terakhir bagi umat manusia dalam mempertanggungjawabkan segala perbuatannya didunia. Kalau kita jernih dan melihat sejarah kebelakang para tokoh, manusia atau dikenal dengan Rasul pembawa risalah agama adalah orang-orang pilihan yang mempunyai sifat dan perilaku yang baik dan kecenderungan dari orang-orang yang sederhana dalam kehidupan ekonominya. Sebagai contoh pembawa risalah Islam Rasulullah Muhammad saw adalah bermula dari seorang

Author

Djoen.ID

Coretan Terbaru

Yang Corat Coret