Coretan Penaku

  • Politik / Pendidikan /
    19 Aug 2017

    Mengajar Dengan Hati

    Pro kontra sekolah 5 hari 8 jam yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi sebuah kajian mendalam dalam sistem pendidikan nasional ditengah semakin majunya teknologi dan globalisasi. Tujuan program tersebut untuk membentuk karakter siswa-siswi sekolah dengan menyamakan hari libur sekolah sesuai hari libur kerja orangtua sehingga ada 2 hari bersama keluarga. Disisi lain yang kontra ide program tersebut juga beralasan sama, takut anak-anak sekolah tersebut tidak bisa ikut madin pada sore hari karena kecapean, dimana madin tersebut juga diklaim bentuk lembaga pendidikdn untuk membentuk karakter santrinya. Polemik pro kontra tersebut menjadi rancu ketika yang kontra menggelar demo menolak dengan ada beberapa siswa yang teriak kata-kata yang tak etis secara tidak langsung menggambarkan pendidik
  • Politik / Opini /
    26 Apr 2017

    Gagalnya "Hujan Sembako" wujud Revolusi Mental

    “Revolusi Mental” merupakan jargon yang diusung presiden terpilih Joko Widodo sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014. Namun, tak banyak penjelasan konkret muncul atas frasa itu. “Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.” “Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih bersih dari perilaku korupsi suap dalam meraih sebuah keinginan, berkemauan baja, berjiwa api yang menyala-nyala.” gambar : CNN Indonesia Gerakan revolusi mental terbukti berdampak positif terhadap perilaku masyarakat dalam moment politik. Politik Sembako atau yang dikenal dimedia dengan sebutan “Hujan
  • Politik / Opini /
    31 Jan 2017

    Kepedulian Semusim

    Saat ini musim pemilihan kepala daerah atau lebih dikenal dengan Pilkada diberbagai daerah di Indonesia. Bermunculanlah para calon pemimpin diberbagai daerah tersebut dengan berbagai jargon politiknya masing-masing hingga ada yang menganggap pemilihan dirinya sebagai pelayan rakyat walaupun mengingkari dirinya diplih untuk jadi leader didaerahnya masing-masing. Perolehan suara kunci utama kesuksesan mereka untuk meraih kursi kepemimpinan mereka idamkan. Tak pelak berbagai cara untuk memperoleh simpati calon pemilih dari mulai menutupi rapat aib dirinya diringi membuka lebar-lebar aib lawan-lawannya yang adu dalam ajang kampanye. Uangpun berhamburan dikeluarkan hingga miliaran rupiah untuk promosikan diri mereka dengan mudahnya tidak seperti hari-hari biasa yang cenderung sulit untuk kel
  • Politik / Opini /
    27 Jan 2017

    Kenapa Ahok di Jakarta ?

    Akhir-akhir ini situasi perpolitikan panas hampir meluas hingga kebeberapa daerah, akibat kurang pandainya sifulan menjaga mulutnya sehingga berakibat dirinya jadi terdakwa kasus penistaan agama. Yang menarik panasnya situasi moment jelang pilkada menyebar kepelosok negeri. Publik dan media terfokus pada panasnya perseteruan sifulan cagub petahana dengan lawan-lawan politiknya. Hebatnya juga tokoh-tokoh politik senior, dari mantan presiden konsentrasi penuh pada ajang politik di Jakarta. Bahkan aparat penegak hukum didaerahpun ikut terbawa arus politik di Jakarta. Sehingga publik tidak bisa membedakan mana kasus hukum penistaan agama dan mana ajang serang moment pilkada Jakarta. Kasus penistaan agama yang sejatinya sebuah kasus seorang warga negara melawan hukum dibawa-bawa keranah polit

Author

Djoen.ID

Coretan Terbaru

Yang Corat Coret