Coretan Penaku

  • Opini / Sosial /
    24 Jul 2017

    Kapan Aku Bahagia ?

    Setiap tanggal 23 juli diperingati sebagai hari anak nasional untuk mengingatkan kembali  bahwa ada anak-anak dinegeri ini yang kelak merupakan pewaris negeri ini. Peringatan tersebut bukan hanya sekedar hura-hura dengan menghabiskan banyak biaya untuk memggembirakan anak-anak dihari itu saja. Moment peringatan hari anak nasional ini justeru untuk membuka mata hati kita semua anak bangsa bagaimana agar mereka bahagia dinegeri tercinta yang telah merdeka ini, sehingga mereka turut menikmati kemerdekaan. Sebab masih banyak anak-anak dinegeri ini yang belum bebas merdeka apalagi senyum bahagia. Tak jarang kita dengar berita anak-anak jadi korban kekerasan orangtua, jadi korban pembunuhan, korban pedofilia, korban konflik, korban bullying, korban teknologi, korban politik hingga korban
  • Sosial / Budaya /
    7 Jul 2017

    Belajar dari "Ndeso"

    “Ndeso “ satu kata yang saat ini lagi populer karena diucapkan oleh seorang anak presiden, Katrok, Ndeso tanpa kita sadari juga pernah kita dengar dalam acara yang dibintangnya Tukul Arwana disebuah televisi swasta. Ndeso yang mempunyai arti ketinggalan jaman, katrok, udik , kampungan yang identik dengan penduduk desa. Penduduk desa yang kurang maju kebudayaannya, kurang maju pendidikannya serta teknologinya. Ndeso juga diartikan ketinggalan jaman, karena mereka masih memegang teguh adat istiadat dan budaya dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak sadar pula orang ndeso masih murni tidak terpengaruh dari budaya asing yang masuk akibat semakin majunya teknologi informasi. Apakah satu kata “Ndeso” merupakan bentuk ujaran kebencian atau sekedar guyonan, hal tersebut
  • Ramadhan / Sosial /
    6 Jun 2017

    Sedekah Recehan

    Pagi-pagi aku iseng-iseng buka dompetku, Oiiit alhamdulillah masih ada uangnya cukup untuk kebutuhan hari ini dan masih tersisa beberapa untuk diberikan pada orang yang membutuhkan. Isi dompetku kebetulan rutin recehan semua dari puluhan ribu hingga lima ratusan rupiah, maklum hasil mengais rejeki dapatnya seperti itu sebab Aku bukan seorang konglomerat yang biasa keluarkan uang melalui ATM dengan sekali gesek uang lembaran ratusan ribu keluar dengan sendirinya. Karena isi dompetku uang recehan semua jangan salahkan kalau aku bersedekah dengan uang recehan pula. Aku tidak perlu repot dan antri untuk menukarkan uangku kejasa penuaran uang recehan ataupun bank-bank yang menyediakan penukaran uang recehan. Fenomena ramainya orang menukarkan uangnya pada moment ramadhan dengan tujuan untuk
  • Opini / Ramadhan / Sosial /
    26 May 2017

    Ramadhan Cegah Radikalisme

    Radikalisme muncul jelang ramadhan 1438 H, sebuah bom meledak disikitar pemukiman warga. Negeri ini memang sedang dihinggapi Radikalisme, ada dua Radikalisme yang sedang bercokol di NKRI tercinta. Yang pertama Radikal Sekulerisme dan Radikal Terorisme, dua radikal yang muncul dengan alasan berbeda namun keduanya merupakan ancaman bagi bangsa. Radikal Sekulerisme kecenderungan dilakukan oleh orang-orang yang berduit, dengan uang yang mereka miliki, dikuasailah media, politik guna menyebarkan sekulerismenya termasuk salah satunya upaya meredam sila satu Pancasila dengan jargon pisahkan “agama dan politik”. Radikal sekulerisme gerakannya masif namun tak terlihat sebab yang mereka lakukan dengan cara cukup cerdas. Radikal Terorisme radikal yang muncul dari golongan tertentu yang m
  • Opini / Sosial /
    24 Mar 2017

    Membuka Dialog Hati

    Beberapa hari yang lalu terdengar berita miris meninggalnya ibu Patmi karena jantung, petani yang berjuang menolak pembangunan pabrik semen yang bisa mengancam masa depan matapencaharian mereka sebagai petani demi menyambung hidup dan membesarkan anak-anaknya. Kejadian penolakan pembangunan industri bukan hanya terjadi pada satu tempat saja namun ada diberbagai daerah di Indonesia dengan alasan sama masa depan mereka ketika industri atau program pembangunan lain mengancam mata pencaharian mereka. Mereka kawatir tak dapat memanen padi lagi saat industri tersebut berdiri karena dampak negatif yang berupa limbah dan polusi serta berkurangnya lahan pertanian. Lahan pertanian yang mereka rawat sejak kecil dengan menanami berbagai macam tanaman dari mulai padi, jagung, palawija merupakan kebu
  • Gaya Hidup / Sosial /
    6 Mar 2017

    Miskin Batin

    “Saya ini memang miskin. Tapi batin saya tidak miskin,“ kalimat yang terucap dari mbah Sadiyo seorang pencari rongsokan dengan penghasilan yang tak menentu rela menyisihkan hasil pekerjaannya untuk menambal jalanan aspal yang berlubang demi keselamatan ratusan hingga ribuan pengendara yang melewati jalan tersebut. Meski penghasilannya tidak seberapa, Sadiyo selalu menyisihkan sebagian uang untuk membeli semen. Semen tersebut dia gunakan untuk menambal jalan yang berlubang. Di bawah terik sinar matahari, tampak Mabah Sadiyo sedang menurunkan dua karung semen dari becaknya, di jalan Desa Gondang-Tunjungan. Berita aksi Mbah Sadiyo dengan ungkapan “batin saya tidak miskin” seolah menjadi cambuk bagi kita semua. Jalan-jalan berlubang banyak kita jumpai dan lewati, terl
  • Opini / Sosial / Budaya /
    20 Feb 2017

    Memupuk Rasa Pengabdian Yg Hilang

    Pengabdian, mengabdi seolah-olah hanya jadi jargon semata dan hanya ucapan seremonial saat sumpah jabatan diberbagai instansi pemerintahan. Sedikit kita tengok syai lagu padamu negeri : Padamu negeri kami berjanji Padamu negeri kami berbakti Padamu negeri kami mengabdi Bagimu negeri jiwa raga kami Sebuah lagu yang diilhami masa perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajahan Belanda, Portugis, Jepang. Semangat pengabdian memberi yang terbaik bagi kemerdekaan bangsa dan negara dengan mengutamakan kesejahteraan bersama. Tak ada impian honor, gaji, jabatan, pangkat yang mereka impikan dalam perjuangan tersebut yang ada keikhlasan karena pengabdian tulus pada bangsa. 72 tahun yang lalu bentuk “Pengabdian” sejati yang kita lihat dari para pej
  • Opini / Sosial / Budaya /
    16 Feb 2017

    Lunturnya Nilai-nilai Luhur Pancasila

    Kesantunan adalah tata cara, adat, atau kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. kesantunan antara anak dan orangtua, antara orang yang masih muda dan orang yang lebih tua, antara tuan rumah dan tamu, antara pria dan wanita, antara murid dan guru, pemimpin dan rakytanya dan sebagainya. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik ketika negara Indonesia didirikan sampai sekarang memasuki perkembangan global. Sebagai dasar negara tentulah pancasila harus menjadi acuan negara dalam menghadapi tantangan global dunia yang terus berkembang. Pancasila sebagi kepribadia
  • Opini / Gaya Hidup / Sosial /
    13 Feb 2017

    Jadikan Musibah Sebagai Tuntunan Bukan Tontonan

    Semakin majunya jaman serta akibat pengaruh globalisasi budaya sebuah bangsa juga ikut berubah. Tengoklah dahulu ketika ada musibah kematian, anak-anak kecil pada ketakutan untuk melihat apalagi mendatangi kuburan saat dimakamkan, begitupula dengan orangtua masa itu juga mewanti-wanti agar anaknya tidak melihat mayat orang yang meninggal. Kini berbeda jauh sering kita lihat anak-anak kecil ikut melihat, mengunjungi hingga ikut kemakam orang yang meninggal untuk dikuburkan. Sebuah pembentukan perilaku yang mengalami kemajuan dari pengaruh bentuk mistik kuno, tahayul, dan sejenisnya. Akan tetapi saat ini pula karena terlalu majunya perilaku tersebut  sehingga melampui norma-norma yang ada. Banyak kita jumpai orang berkerumun untuk melihat dan mendatangi musibah kecelakaan, bencana al
  • Sosial / Budaya /
    4 Feb 2017

    Perlukah Periksa Jenis Kelamin ?

    Beberapa hari yang lalu ada sebuah berita yang mengejutkan, sebagaimana yang dikutip dari media massa sebagai berikut : “Kasus pasangan sejenis yang membuang bayinya di semak-semak masih menjadi perbincangan warga Lingkungan III, kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, Sumut. Pasalnya, kejadian pada Kamis (2/2) tersebut, cukup mengejutkan warga karena bayi malang itu lahir dari rahim wanita yang menyaru sebagai laki-laki saat pernikahan. Farel, 25, yang diketahui warga sebagai pria menikahi Sal, 21, tiba-tiba hamil dan membuang bayinya di semak, belakang rumah warga. Hal inipun langsung membuat geger warga, dan keluarga Sal. Sejatinya sebagai seorang istri Sal, mengaku sangat menyayangi pasangannya Farel yang menjadi suaminya. Menurut Sal, selama ini Farel

Author

Djoen.ID

Coretan Terbaru

Yang Corat Coret