Coretan Penaku

  • Opini /
    18 Oct 2017

    Reklamasi Hijau

    Pribumi…..pribumi….pribumi satu kata yang lagi Booming saat ini setelah ada pidato perdana Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu. Pro kontra bermunculan hingga ada yang berniat memeja hijaukan, padahal bukan hanya Anies saja yang pernah ucapkan satu kata “Pribumi” Megawati, Jusuf Kalla, Jokowi hingga menteri Susi juga melakukan hal yang sama. Dalam pidato Anies kata “Pribumi” dikaitkan dengan “Kolonialisme” atau masa penjajahan Belanda dimana saat itu banyak rakyat jelata kaum Pribumi atau kaum Marhaen dikata Bung Karno banyak tertindas. Sebagai orang awam politik saya membaca statement dalam pidato Anies tersebut sangat berhubungan dengan kedudukan beliau sebagai orang nomor satu di Jakarta. Sejak awal Anies kontr
  • Opini /
    25 Sep 2017

    Aturan Yang Mendidik Bukan Aturan Yang Menghukum

    Kalau kita membaca isi 36 pasal pelanggaran berdasarkan UU No 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menjadi bentuk pelanggaran paling umum dilakukan. Besaran denda dimulai dari Rp 250.000 sampai Rp 1 juta dengan pidana kurungan mulai satu bulan sampai empat bulan. Denda dan hukuman tersebut dipandang tidak relevan dengan tujuan utama dari kebijakan tersebut, yang justeru terkesan hanya untuk mengejar kumpulan pundi-pundi uang dari denda tersebut. Ketaatan berlalu lintas dari mulai perlengkapan kendaraan, surat-surat, hingga pemakaian helm tujuan utamanya adalah demi kenyamanan dan keselamatan pengendara itu sendiri serta pengendara lain yang berhubungan dengan aktivitas dijalan raya. Pengendara tersebut mengendarai kendaraan milik sendiri bukan hasil tindakan pidana,
  • Opini /
    7 Sep 2017

    Inikah Enaknya Jadi PNS

    Resmi, 61 Instansi Pemerintah Buka 17.928 Lowongan CPNS sebuah berita bagai buah durian yang runtuh. Para lulusan sekolah menengah atas hingga lulusan perguruan tinggi disibukkan untuk mengurus dan mempersiapkan berbagai macam persyaratan agar dapat diterima sebagai PNS diinstansi terkait. Jumlah pelamar lebih banyak 5 hingga 10 kalilipat dari jumlah peluang jabatan yang disediakan. Tak ayal para peserta harus kerjakeras secara fisik, fikiran hingga materi agar dapat lolos dan lulus diterima sebagai PNS. Ketatnya persaingan tersebut memunculkan ide-ide negatif yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan. Janji dapat diterima dengan syarat setor sejumlah uang, memakai  dan membayar joki agar lulus ujian, atau melobi para pihak yang berwenang terhadap proses pere
  • Opini /
    30 Aug 2017

    Gulaku Rasanya Masih Manis

    Saat ini masa giling pada industri gula atau pabrik gula yang dikelola PTPN maupun swasta telah memasuki akhir-akhir masa giling seiring mulai berkurangnya tebu dilahan petani. Pada saat ini pula gula-gula para petani mulai jadi dan siap untuk dipasarkan dengan harapan petani tebu mendapatkan hasil dari jerih payahnya menanam selama kurang lebih 6 bulan. Kalau kita mau sedikit turun dan menengok betapa sengasaranya para petani dalam proses penanaman tersebut tentu akan iba ketika mereka akan menikmati hasil jerih payahnya malah seolah-olah dihambat oleh pemerintah sendiri dengan alibi gula kurang putih, gula tidak memenuhi standard SNI bla bla bla yang ujung-ujungnya hanya cara untuk cari alasan import gula dari luar negeri demi kepentingan segelintir orang pengusaha importir gula. Dite
  • Politik / Opini /
    22 Aug 2017

    Saat Pemilik Harta Dituduh Mencuri Hartanya

    Indonesia 72 tahun yang lalu seakan-akan menjadi Negara yang terbangun setelah ratusan tahun tertidur pulas karena dijajah oleh Negara-negara yang ingin mengusai kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Negara Indonesia tercinta ini terbangun saat ada ramuan kata “Proklamasi’ yang dibacakan oleh sang “Proklamator” yaitu Ir. Sukarno dan Moh Hatta. Memperingati kemerdekaan RI dengan Proklamasinya yang ke 72 tahun bukan sekedar berbusana tardisional sekaligus memberikan hadiah sepeda pada pejabat, menteri yang berbusana tradisional terbaik tanpa sadar malah menambah anggaran peringatan HUT RI ditengah hutang negara yang kian menggunung. Seharusnya kita sebagai warga Negara Indonesia sangat bangga dan mengenang kembali sosok Bung Karno salah satu pahlawan Neg
  • Politik / Pendidikan /
    19 Aug 2017

    Mengajar Dengan Hati

    Pro kontra sekolah 5 hari 8 jam yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi sebuah kajian mendalam dalam sistem pendidikan nasional ditengah semakin majunya teknologi dan globalisasi. Tujuan program tersebut untuk membentuk karakter siswa-siswi sekolah dengan menyamakan hari libur sekolah sesuai hari libur kerja orangtua sehingga ada 2 hari bersama keluarga. Disisi lain yang kontra ide program tersebut juga beralasan sama, takut anak-anak sekolah tersebut tidak bisa ikut madin pada sore hari karena kecapean, dimana madin tersebut juga diklaim bentuk lembaga pendidikdn untuk membentuk karakter santrinya. Polemik pro kontra tersebut menjadi rancu ketika yang kontra menggelar demo menolak dengan ada beberapa siswa yang teriak kata-kata yang tak etis secara tidak langsung menggambarkan pendidik
  • Opini /
    16 Aug 2017

    Bijak Menikmati Kemerdekaan

    72 tahun Indonesia telah merdeka, selama selang 72 tahun tersebut para pejuang kemerdekaan mulai terkikis oleh jaman, satu demi satu gugur dan tidur panjang dengan damai ditanah negeri yang mereka perjuangkan. Namun masih juga kita jumpai para veteran perang yang usianya sudah senja masih dikasih umur panjang untuk menikmati kemerdekaan yang mereka raih. Sederhana apa adanya bahkan hingga ada kehidupan ekonominya yang kekurangan, namun mereka tetap tabah dan berusaha tetap tersenyum. Ketabahan dan kesederhanaan inilah yang patut kita teladani dari para pejuang tersebut untuk dijadikan pedoman dalam menikmati dan mengisi kemerdekaan yang mereka  perjuangkan dengan taruhan harta dan nyawa. Tak pernah terdengar mereka demo minta kenaikan uang santunan yang diberikan pemerintah walau tak
  • Budaya /
    1 Aug 2017

    Ketika Anak Negeri Tak Dianggap

    Masih tergiang ditelinga kita beberapa seni budaya Nusantara diklaim oelh negara asing sebagai seni budaya milik negerinya. Salah satu penyebab diklaimnya seni budaya tersebut karena kita sebagai anak bangsa sudah mulai luntur untuk mencintai dan melestarikannya sendiri. Saat tengah perlunya kembali mencintai seni budaya nusantara yang terbalut dalam keanekaragaman dan kebhinneka tunggal ika-an negara kesatuan republik Indonesia yang mencerminkan beragam aneka macam seni budaya yang patut diacungi jempol , terdengar sebuah berita yang memprihatinkan, justeru kalangan elite pemerintahan saat ini cenderung lebih mempopulerkan budaya asing daripada seni budaya anak negeri. “SNSD dan Revolusi yang Belum Selesai” sebuah kolom berita didetik.com yang coba mengkritisi ide terhadap
  • Opini / Sosial /
    24 Jul 2017

    Kapan Aku Bahagia ?

    Setiap tanggal 23 juli diperingati sebagai hari anak nasional untuk mengingatkan kembali  bahwa ada anak-anak dinegeri ini yang kelak merupakan pewaris negeri ini. Peringatan tersebut bukan hanya sekedar hura-hura dengan menghabiskan banyak biaya untuk memggembirakan anak-anak dihari itu saja. Moment peringatan hari anak nasional ini justeru untuk membuka mata hati kita semua anak bangsa bagaimana agar mereka bahagia dinegeri tercinta yang telah merdeka ini, sehingga mereka turut menikmati kemerdekaan. Sebab masih banyak anak-anak dinegeri ini yang belum bebas merdeka apalagi senyum bahagia. Tak jarang kita dengar berita anak-anak jadi korban kekerasan orangtua, jadi korban pembunuhan, korban pedofilia, korban konflik, korban bullying, korban teknologi, korban politik hingga korban
  • Sosial / Budaya /
    7 Jul 2017

    Belajar dari "Ndeso"

    “Ndeso “ satu kata yang saat ini lagi populer karena diucapkan oleh seorang anak presiden, Katrok, Ndeso tanpa kita sadari juga pernah kita dengar dalam acara yang dibintangnya Tukul Arwana disebuah televisi swasta. Ndeso yang mempunyai arti ketinggalan jaman, katrok, udik , kampungan yang identik dengan penduduk desa. Penduduk desa yang kurang maju kebudayaannya, kurang maju pendidikannya serta teknologinya. Ndeso juga diartikan ketinggalan jaman, karena mereka masih memegang teguh adat istiadat dan budaya dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak sadar pula orang ndeso masih murni tidak terpengaruh dari budaya asing yang masuk akibat semakin majunya teknologi informasi. Apakah satu kata “Ndeso” merupakan bentuk ujaran kebencian atau sekedar guyonan, hal tersebut

Author

Djoen.ID

Coretan Terbaru

Yang Corat Coret